SEMARANG, beritajateng.tv – Lima ribu makanan tradisional roti ganjel rel bakal dibagikan kepada masyarakat dalam tradisi Karnaval Dugderan, Jumat, 28 Februari 2025 mendatang.
Roti berbentuk segi empat yang berwarna coklat itu menjadi salah satu kuliner yang masyarakat incar menjelang bulan Ramadhan. Pasalnya, roti ganjel rel menjadi salah satu kuliner khas dalam Karnaval Dugderan yang berlangsung satu atau dua hari sebelum hari pertama puasa.
Pembuat roti ganjel rel, Aunil Masjuki mengatakan, ia telah rutin menjadi pemasok roti ganjel rel pada Karnaval Dugderan. Tepatnya sejak tahun 2009 lalu.
Sejak saat itu, Masjid Agung Kauman selalu meminta bantuannya untuk memproduksi roti ganjel rel yang akan di bagikan kepada masyarakat.
“Sejak 2009. Dulu awalnya hanya 500 potong, berjalannya waktu tambah-tambah terus, tahun 2019 bisa sampai 8000 potong,” kisah Aunil saat beritajateng.tv temui di Masjid Kauman Kauman, Senin, 24 Februari 2025.
BACA JUGA: Pasar Dugderan Semarang 2025 Lebih Meriah, Libatkan 270 Pedagang UMKM dan Banyak Wahana Permainan
Aunil mengatakan, produksi ganjel rel sempat terhenti saat Karnaval Dugderan vakum selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19. Ia baru memproduksi roti ganjel rel lagi saat Karnaval Dugderan kembali berlangsung normal mulai dari tahun 2022.
Pada tahun 2022, ia membuat 2 ribu potong roti ganjel rel, tahun 2023 sebanyak 4 ribu potong, dan tahun 2024 sebanyak 6 ribu. Sementara tahun ini, ia hanya diminta 5 ribu potong roti ganjel rel.
Meski mengalami penurunan jumlah produksi, ia mengaku tetap bersyukur. Pasalnya, Karnaval Dugderan tahun ini berlangsung di tengah efisiensi anggaran.
“Karena memang kondisi politik di tahun ini masih ada peralihan dan anggaran 2025 ini dipotong 50 persen. Alhamdulillaah, ganjel rel tahun ini membuat 5 ribu potong,” ucap Aunil.
Gandeng UMKM dalam produksi ribuan roti ganjel rel
Dalam memproduksi ribuan roti ganjel rel untuk Karnaval Dugderan ini, Aunil tak bekerja sendirian. Karena keterbatasan alat dan waktu, ia kemudian memberdayakan sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitarnya.
Total, Aunil bisa menggandeng 3 hingga 5 UMKM dalam memenuhi kebutuhan roti ganjel rel untuk Karnaval Dugderan tiap tahunnya.
“Dulu sampai 2019 saya sendiri yang buat. Tapi 2022 saya gandeng 3 UMKM, tahun 2023 ada 4 UMKM, dan tahun kemarin sekitar 4 sampai 5 UMKM juga,” papar Aunil yang juga pemilik rumah produksi Ganjel Rel khas Masjuki itu.
Meski dari beberapa UMKM berbeda, Aunil memastikan cita rasa roti ganjel rel tetap terjaga. Pasalnya, bahan baku ia siapkan dan akan melewati kurasi dari sesepuh di Masjid Agung Kauman.
BACA JUGA: Hari Pertama Jabat Walikota, Agustin Pimpin Aksi Bersih Sampah di Johar Sambut Dugderan 2025
Ia pun berharap, ribuan roti ganjel rel yang akan di bagikan kepada masyarakat nanti dapat menjadi pertanda baik akan datangnya bulan Ramadhan.
“Filosofinya dari Masjid Agung Kauman, ganjel rel kan kue padat di mana ganjelan itu sudah harus dihilangkan ketika menjelang Ramadan. Rel itu sebagai rela, rela menjalani ibadah,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





