SEMARANG, beritajateng.tv – Possession: Kerasukan merupakan salah satu film horor Indonesia yang siap tayang pada awal Mei 2024. Film ini baru saja menghadirkan trailernya beberapa minggu yang lalu menampilkan sebuah ketegangan yang luar biasa.
Terlebih lagi, trailernya tersebut tampil dengan penuh misteri dengan nuansa yang begitu menegangkan. Meski sebelumnya sempat mendapatkan larangan di Inggris lantaran banyak adegan yang terpotong saat rilis di Amerika Serikat.
Lantas, seperti apa keseruan dari film horor yang satu ini? Berikut review dari mereka yang sudah menyaksikan film tersebut di bioskop.
Review Film Possession: Kerasukan
Remake yang menyesuaikan dengan kultur Indonesia
Mungkin tidak semua dari kita pernah menyaksikan film aslinya yang cenderung menuju ke arah ‘film seni’ dan sulit untuk dapat mengerti. Namun, dalam versi Indonesia-nya, film yang karya Lele Laila ini menggunakan budaya Indonesia untuk menggantikan beberapa elemen yang kurang sesuai dan muncul dalam film aslinya.
BACA JUGA: Berikut Jadwal Film Horor Pengantin Iblis, Persembahan Terbaru dari Lyto Pictures
Lele menyisipkan unsur-unsur yang akrab dengan kehidupan sehari-hari kita, seperti pocong dan adegan ketegangan tiba-tiba. Dua elemen penting yang tidak ada dalam film aslinya yang lebih fokus pada unsur dramatis.
Dua elemen ini memang perlu hadir agar para penonton dapat menerima film Possession: Kerasukan. Meskipun begitu, film ini tetap mempertahankan misteri yang terselubung dalam alur ceritanya.
Visualisasinya sangat menarik
Film yang satu ini menampilkan gaya retro era 80-an, terlihat dari beberapa pilihan pakaian yang mereka gunakan dalam film tersebut. Aspek artistiknya tampak hadir dengan serius, meskipun ada sedikit kekurangan dalam penggunaan handycam yang tidak sesuai dengan konteks waktu itu.
BACA JUGA: Karier di AS Tak Berkembang, Agnez Mo Bakal Kembali ke Indonesia?
Namun, hal itu dianggap sebagai hal kecil yang tidak signifikan dalam pengaruh keseluruhan alur cerita. Dengan dominasi warna biru atau nuansa kebiruan yang hadir di dalam apartemen karakter utama, hal ini secara jelas mengisyaratkan sesuatu, dan penggunaan warna tersebut konsisten sepanjang film.
Intensitas ini perlahan berubah ketika Fariz berada di luar untuk mengikuti Pak Wahyu dan memasuki kamar hotel tempatnya menginap. Perlu kita catat bagaimana kengerian Robby sampaikan ketika berada di apartemen Fariz, di mana atmosfir mencekam hadir melalui penggunaan warna dan musik yang kuat.
Penonton sebaiknya tidak terkejut dengan apa yang ditampilkan oleh film ini. Alur cerita film ini akan menghadirkan momen-momen yang menggetarkan dengan sensualitas dan ciri khas Indonesia yang diimplementasikannya (meskipun tidak sevulgar dalam aslinya).
Itulah review dari film horor Possession: Kerasukan yang siap tayang di bioskop pada 8 Mei 2024. (*)





