Selain meminta maaf karena perlakuan melecehkan tersebut, ia menyatakan mundur dari seluruh jabatan profesional. Keputusan itu ia ambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para talent dan timnya. Ia menegaskan tidak lagi terlibat dalam aktivitas publik maupun perusahaan.
Langkah pengunduran diri tersebut memicu beragam tanggapan. Sebagian warganet menilai keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, sebagian lain menuntut proses hukum agar memberi efek jera.
Di sisi lain, peran @aarummanis tetap menjadi perhatian utama. Keberaniannya membuka suara memantik diskusi luas tentang relasi kuasa dalam industri kreatif. Banyak pihak kini mendorong perlindungan lebih kuat bagi model dan pekerja kreatif muda.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya etika profesional. Industri fesyen dan kreatif membutuhkan lingkungan kerja yang aman serta saling menghormati. Tanpa komitmen tersebut, potensi penyalahgunaan kuasa akan terus menghantui. (*)





