DEMAK, beritajateng.tv – Ratusan siswa dari SDN Surodadi 1 dan 2 Kecamatan Sayung, kabupaten Demak saling berebut bibit pohon jenis cemara laut dan ketapang.
Pohon cemara laut dan ketapang ini rencananya akan mereka tanam di sekitar area sekolah tempat mereka menimba ilmu.
Aksi 336 siswa tersebut sengaja sebagai wujud untuk memperingati hari menanam pohon nasional setiap tanggal 28 November.
BACA JUGA: Reuni Akbar Lintas Angkatan SMPN 3 Semarang Sukses, Mas Hendi Terpilih Ketua Alumni
Menurut Kepala Sekolah SDN Surodadi 1 dan 2 Masduki, mengatakan tujuan peringatan hari menanam pohon nasional ini. Untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat terutama siswanya. Tentang pentingnya sejak dini peduli akan lingkungan sekitar. Mengingat bencana rob dan abrasi menjadi momok setiap hari buat siswa, lantaran kelas tempat belajar selalu tergenang rob.
“Ini memberikan pembelajaran sejak dini pentingnya menjaga lingkungan dengan carara menanam pohon,” terang Masduki.
Kepala Sekolah SDN Surodadi 1 dan 2 ini mengapresiasi positif kepada jajaran pemerintah Desa Surodadi. Sebagai pemrakarsa kegiatan tanam pohon dengan melibatkan anak didiknya, lantaran ini merupakan hal baru bagi siswa.
“Terima kasih untuk pemerintah desa Surodadi karena ini akan memberikan dampak positif bagi siswa kami tentang menjaga kelestarian alam. Terus terang ini kegiatan pertama bagi kami,” terang Masduki.
Sementara itu menurut Kepala desa Surodadi Supriyanto menuturkan, sengaja menggandeng pelajar terutama Siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Harus dari usia dini untuk memberikan pengertian pentingnya menjaga alam,” tegas Kepala Desa Surodadi.
Desa yang berbatasan dengan pesisir pantai laut Jawa ini selalu terkena dampak dari ganasnya air laut. Mulai dari bencana rob dan abrasi hingga melumpuhkan perekonomian warga yang berujung angka pengangguran semakin bertambah banyak.
“Perlu percepatan pelestarian alam salah satunya dengan menanam pohon agar rob dan abrasi supaya ekosistim alam bisa kembali normal kembali,” pungkas Supriyanto. (*)
Editor: Elly Amaliyah





