Pendidikan

Ciptakan Aplikasi Anti Perundungan, Guru SDN Pakintelan 01 Semarang Raih Juara 1 Guru Inovatif Tingkat Nasional

×

Ciptakan Aplikasi Anti Perundungan, Guru SDN Pakintelan 01 Semarang Raih Juara 1 Guru Inovatif Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Guru Inovatif
Slamet Hari Pambudi peraih Guru Inovatif tingkat Nasional dalam rangka Hari Guru Nasional 2023. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

SEMARANG, beritajateng.tv – Slamet Hari Pambudi, guru SD di Kota Semarang, tepatnya SDN Pakintelan 01, berhasil meraih penghargaan guru inovatif terbaik SD tingkat nasional di Hari Guru Nasional 2023.

Kepada beritajateng.tv, Slamet menerangkan untuk meraih penghargaan ini, ia mengalahkan 37 guru SD perwakilan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Sebelum maju ke tingkat nasional, Slamet lebih dulu menjadi juara satu di tingkat provinsi.

Maka dari itu, ia berhak mewakili Jawa Tengah dengan sebuah aplikasi ciptaannya yang bernama Santun atau Siswa Anti Perundungan.

“Saya membawa inovasi bagaimana mengkolaborasikan antara P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan aplikasi yang saya buat,” ungkapnya kepada beritajateng.tv, Selasa, 28 November 2023.

BACA JUGA: Guru-Guru Kota Semarang Catat Prestasi

Ia melanjutkan, ia menciptakan aplikasi tersebut dilatarbelakangi akan keresahannya atas banyaknya berita viral terkait perundungan peserta didik akhir-akhir ini. Apalagi, siswa SD saat ini termasuk ke generasi Z, di mana meraka sangat cepat dalam menangkap informasi.

Terlebih, fenomena keterbukaan informasi terkait berita-berita viral tanpa memiliki filter menjadi perhatian utama bagi Slamet dalam menciptakan aplikasi ini.

“Aplikasi Santun hadir sebagai salah satu solusi agar bagaimana mengampanyekan anti perundungan itu secara menarik, menyenangkan, dan edukatif. Di situ banyak sekali konten yang saya gabungkan menjadi aplikasi, mulai dari mengampanyekan melalui media komik, sampai dengan permaianan virtual reality dan augmented reality,” lanjutnya.

Bentuk pengabdian Slamet sebagai guru inovatif kepada dunia pendidikan

Di sisi lain, Slamet sendiri merupakan pelopor dari SK TPPK atau Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di SD Pakintelan 01. Ia bersama guru, pihak sekolah, hingga wali siswa berkomitmen untuk menggalakkan kampanye anti perundungan yang menarik bagi siswa.

Atas prestasinya di tingkat nasional tersebut, Slamet mendapat apresiasi berupa umroh gratis dari Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

BACA JUGA: Mbak Ita Dorong Guru di Kota Semarang Miliki Keterampilan Tambahan

Adapun ini bukan prestasi pertama yang Slamet raih. Sebelumnya, ia berhasil menggondol Juara 1 Guru Inovatif BBGP Jateng dan Juara 2 Pengelolaan Website Kwarran tingkat Kwarda Jateng.

“Dalam hati saya, saya betul-betul ingin mengabdikan diri saya kepada peserta didik, kepada dunia pendidikan. Yang namanya apresiasi saya syukuri dan semoga bisa menjadi motivasi kepada guru-guru lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi,” harapnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp