“Melalui upaya ini maka sekolah turut mengurangi produksi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS),” kata Nugroho.
Tidak hanya dapat mengurangi sampah, lanjut Nugroho, kotoran maggot juga bisa dimanfaatkan kembali. Nantinya, limbah itu bisa dijadikan pupuk untuk memenuhi nutrisi berbagai tanaman.
“Dari sampah yang tidak berguna menjadi sumber protein baru atau sumber ketahanan pangan baru. Dari kotoran maggot kita olah menjadi pupuk, campur dengan banyak mineral dan lain-lain, itu bisa jadi pupuk hayati,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





