SEMARANG, beritajateng.tv – Prestasi membanggakan kembali hadir dari generasi muda dari SMPN 3 Semarang. Kali ini giliran Devia Nalini Firdaus (13), siswa SMP Negeri 3 Semarang yang berhasil membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Ia menyabet satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu di ajang ’11th Asian Junior Wushu Championship 2023′. Adapun kompetisi tersebut digelar di Macau-China, 17 hingga 20 Agustus 2023 kemarin.
Devia merupakan siswa kelas 7 SMP Negeri 3 Semarang. Ia berhasil menyumbangkan medali emas pada kategori Jianshu Putri B. Sementara itu, Timnas Wushu Junior Indonesia total membawa pulang 6 medali emas, 14 perak, dan 10 perunggu.
“Bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia rasanya seneng banget dan bangga sekali,” kata Devia saat beritajateng.tv temui di SMP Negeri 3 Semarang, Jumat (1/9/2023).
Asian Junior Wushu Championship 2023 merupakan ajang internasional pertama bagi Devia. Menghadapi negara-negara kuat seperti China, Macau, Hongkong, Chinese Taipei hingga Korea nyatanya tak membuat semangat Devia luntur.
“Total ada 24 atlet se-Indonesia yang Taolu dan Sanda. Kalau Devia dipanggil ke Jakarta untuk pelatnas tanggal 21 Juni kemarin. Waktu itu PB WI mengadakan babak penyisihan dan Devia dapat satu emas untuk nomor pedang dan satu perak untuk nomor tombak,” papar siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) itu.
BACA JUGA:Kisah Devia Nalini Firdaus, Belajar Wushu Sejak Usia 7 Tahun hingga Dapat Julukan Si ‘Ratu Pedang’
Untuk mempersiapkan keikutsertaannya pada Asian Junior Wushu Championship, Devia memang diharuskan bergabung dengan pelatihan nasional (pelatnas) di Jakarta. Ia pun latihan selama kurang lebih satu bulan lamanya. Padahal, waktu itu ia baru saja diterima sebagai siswa SMP Negeri 3 Semarang.
Untungnya, pihak sekolah mengizinkan sekaligus memberikan dukungan penuh atas keikutsertaan Devia pada Asian Junior Wushu Championship 2023.
“Alhamdulillah karena Devia perjuangannya luar biasa, fokus, dan semangat. Saya ikut bangga, teman-teman SMP 3 Semarang bangga, Dinas Pendidikan juga bangga bahwa Devia bisa memberikan prestasi luar biasa, membanggakan Indonesia di kancah internasional,” kata Kepala SMP Negeri 3 Semarang, Miftahudin.
Siswa SMPN 3 Semarang Ikuti Kelas Khusus Olahraga (KKO) Satu-satunya di Kota Semarang
Lebih lanjut, Miftahudin mengatakan bahwa pihak sekolah memang selalu mendukung aktivitas dan prestasi siswa. Dalam hal ini, prestasi non-akademik bagi para siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO). Apalagi program KKO di Kota Semarang memang secara khusus berada di SMP Negeri 3 Semarang.
“Jadi kebanggaan kami karena SMP Negeri 3 Semarang punya KKO dan kami sangat mendukung terkait kemajuan KKO,” lanjutnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kurikulum pendidikan untuk siswa KKO tidak jauh berbeda dengan siswa lainnya. Hanya saja, beberapa materi memang di padatkan dan lebih fokus pada materi esensial.
BACA JUGA:Bank Jateng Tour de Borobudur Kenalkan Potensi Jawa Tengah Lewat Sport Tourism
“Kami optimis dan berkomitmen untuk memberikan materi yang ada di kurikulum kepada siswa KKO walau berbeda sedikit dengan anak reguler. Jadi memang perjuangan siswa KKO ini luar biasa, harus menyeimbangkan antara atlet dan sekolah,” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





