SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPC PDIP Kota Semarang buka suara terkait eks Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku sangat berduka terhadap nasib kadernya yang tersandung kasus korupsi KPK pada akhir masa jabatannya.
“Pertama kami (DPC PDIP) semuanya berduka dan ikut prihatin. Kami doakan supaya Mbak Ita dan suaminya Pak Alwin bisa melewati ujian dengan baik serta urusannya segala selesai,” ungkap Hendi, sapaannya.
BACA JUGA: Sambutan Pertama sebagai Walikota Semarang, Agustin-Iswar Sampaikan Turut Prihatin untuk Mbak Ita
Pihaknya mengaku belum bisa memastikan soal bantuan hukum untuk kadernya. Hendi mengatakan, akan segera berkomunikasi dengan pimpinan partai untuk membahas pemberian bantuan hukum bagi Mbak Ita.
Tentunya, sesama kader PDI Perjuangan, dia bakal memberikan support penuh terhadap kasus yang menjerat Mbak Ita dan suaminya.
“(Bantuan hukum) harus kami komunikasikan dulu, jadi saya tidak bisa memutuskan secara sepihak dari DPC maupun DPP PDIP Jawa Tengah. Kita harus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan,” paparnya.
Hendi juga menyampaikan keprihatinan terhadap perkara yang menimpa Ita.
“Tapi menurut saya kita semua berduka, ikut prihatin. Kita doakan supaya Bu Ita dan Pak Alwin, suami, bisa melewati ujian ini dengan baik dan urusannya segera bisa selesai,” ujar Hendi.
Seperti diketahui, Hendi dan Ita menjabat Walikota dan Wakil Walikota Semarang sejak 2016. Di periode kedua, Hendi di angkat jadi Kepala LKPP pada tahun 2022. Setelah itu Ita menjadi Walikota Semarang menggantikan Hendi. (*)
Editor: Elly Amaliyah




