“Dan alhamdulillah tidak butuh waktu lama kami bisa komunikasi, karena juga waktu itu saya sampaikan PPP pernah, ya lama ya, saya mendampingi Mbah Maimoen di tahun 2014 dan sebelumnya juga sudah ada mulai ada kerak-kerak untuk dualisme. Sehingga kami tidak ingin itu terjadi kembali,” tegas Gus Yasin.
“Karena kami melihat dari Pemilu 2014 menuju ke 2019 itu ada penurunan [suara], apalagi saat ini kami tidak lolos. Sehingga saya sampaikan bahwa kami harus rekonsiliasi, bahwa kami harus islah, dan ini tidak bisa pengurus itu langsung satukan semuanya,” sambung Gus Yasin.
Meskipun Kepengurusan DPP PPP yang baru sudah Menteri Hukum RI sahkan, Gus Yasin mengungkap perlunya komunikasi lanjutan antarpengurus. Gus Yasin pun berharap seluruh DPW PPP se-Indonesia, khususnya DPC PPP se-Jawa Tengah, menerima hasil islah maupun kepengurusan PPP tersebut.
“Artinya ada komunikasi-komunikasi lanjutan yang akan kami bahas di tubuh pengurus DPP PPP yang kemarin sudah Bapak Menteri Hukum sahkan. Sehingga, saya berharap kawan-kawan dari DPW maupun DPC dan kawan-kawan anggota DPRD baik itu tingkat satu, tingkat dua, kami harus solid bersama-sama dan membangun partai ini,” ucap dia.
Gus Yasin akui tak kecewa dengan islah PPP, minta seluruh kader se-Jateng terima kepengurusan baru
Wakil Gubernur Jawa Tengah dua periode itu mengaku tak kecewa dengan hasil islah PPP tersebut.
“Kami harus menerima semuanya ya, kami harus menerima semuanya. Kami harus berembug, yang jelas nanti kami sampaikan kepada kawan-kawan dan Alhamdulillah saya melihat bisa menerima,” terangnya.
Pihaknya pun membenarkan islah PPP itu merupakan keinginan kadernya agar partai tersebut bisa merebut kembali kursi di Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.
“Ya, jadi ada islah, ada kesepakatan-kesepakatan yang terjadi di tubuh PPP. Mengingat partai ini, kawan-kawan dari DPC dan DPW itu pengin kembali ke Senayan pada bulan yang akan datang,” sambung Gus Yasin.




