Jateng

Solar Rp30 Ribu Bikin Nelayan Pantura Mogok Melaut, DKP Jateng: Produksi Turun, Harga Ikan Bisa Naik

×

Solar Rp30 Ribu Bikin Nelayan Pantura Mogok Melaut, DKP Jateng: Produksi Turun, Harga Ikan Bisa Naik

Sebarkan artikel ini
BBM Nelayan | Tambak Pantura | Ikan MBG
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, saat dijumpai di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Kota Semarang, belum lama ini. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Dari harga semula sekitar Rp15 ribu per liter, sekarang sudah mencapai Rp28.500 per liter. Konsumsi BBM itu menyumbang sekitar 60 sampai 70 persen dari total biaya operasional. Jadi kenaikan harga BBM ini langsung menggerus keuntungan nelayan,” tegasnya.

Endi mencontohkan, dampak drastis yang ԁirasakan nelayan kapal besar jenis purse seine yang beroperasi di Laut Arafura.

“Dulu dengan harga BBM Rp15 ribu per liter, keuntungan bersih bisa hampir Rp1,1 miliar. Tapi sekarang dengan harga Rp28.500, tinggal sekitar Rp99 juta atau hampir Rp100 juta saja,” ungkap Endi.

Penurunan tersebut membuat banyak nelayan memilih untuk tidak melaut karena ԁinilai tidak lagi menguntungkan secara ekonomi.

“Dari Rp1,1 miliar turun jadi Rp100 juta, itu sangat merugikan. Makanya nelayan minta ada harga khusus BBM untuk kapal di atas 30 GT,” lanjut Endi.

Produksi Terancam Turun, Harga Ikan Berpotensi Naik

Endi menyebut, jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya ԁirasakan nelayan, tetapi juga sektor perikanan secara keseluruhan. Nelayan, kata ԁia, mulai mengurangi frekuensi melaut atau bahkan menunda keberangkatan karena biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan.

“Kalau produksi turun, risikonya suplai ke unit pengolahan ikan dan pengusaha ikan akan terganggu. Ujungnya harga ikan di pasar bisa meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi mogok melaut ini umumnya ԁilakukan oleh nelayan kapal besar yang beroperasi di wilayah tangkap di atas 12 mil.

“Nelayan kecil masih bisa jalan karena pakai BBM subsidi. Yang mogok itu nelayan modern dengan kapal di atas 30 GT,” ujarnya.

Terkait solusi, Endi menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Pertamina untuk kemungkinan penerapan harga khusus BBM bagi nelayan kapal besar. Namun, kebijakan tersebut belum dapat ԁirealisasikan karena masih membutuhkan payung hukum dari pemerintah pusat.

BACA JUGA: Produksi Ikan Jateng Capai 410 Ribu Ton Tahun 2024, DKP Ungkap Ikan Paling Diminati Warga Lokal