Gaya Hidup

Solidaritas Anak Penderita Kanker, Puluhan Orang di Semarang Kompak Cukur Gundul

×

Solidaritas Anak Penderita Kanker, Puluhan Orang di Semarang Kompak Cukur Gundul

Sebarkan artikel ini
solidaritas hari kanker anak sedunia
Sejumlah peserta aksi memotong gundul rambutnya untuk solidaritas Hari Kanker Anak Sedunia, di Queen City Mall Semarang pada Sabtu, 8 Februari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Untuk menyambut Hari Kanker Anak Sedunia pada tanggal 15 Februari nanti, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang menggelar gerakan bertajuk #BeraniGundul di Queen City Mall, Kota Semarang pada Sabtu, 8 Februari 2025.

Sejak pagi, puluhan pengunjung mal serta relawan bergantian antri mencukur rambutnya. Meski bertajuk Berani Gundul, tidak semuanya memangkas habis rambutnya. Ada yang memotong pendek, ada juga yang sekadar merapikan rambut.

Ketua YKAKI Cabang Semarang Vita Mahaswari menjelaskan, pihaknya rutin menggelar gerakan Berani Gundul setiap perayaan Hari Kanker Anak. Tak hanya di Semarang, gerakan serupa juga berlangsung di seluruh cabang YKAKI di Indonesia.

“Tiap tahun kami rutin merayakan Hari Kanker Anak, salah satunya dengan gerakan Berani Gundul ini. Tujuannya menggugah empati dan aksi nyata dari masyarakat untuk anak-anak kanker,” kata Vita kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Bantu Penderita Kanker, Kumpulan Musisi Semarang ‘Blims Community’ Gelar Konser Amal di Loko Cafe

Vita menjelaskan, acara ini tidak memungut biaya dan terbuka untuk siapa saja alias tidak terbatas pada keluarga penderita kanker saja. Berbeda dari tahun sebelumnya, Vita menyebut jika mayoritas peserta kali ini adalah laki-laki.

Uniknya, YKAKI juga menghadirkan tukang potong rambut profesional alias barbeshop untuk memotong rambut para peserta.

“Jadi mereka berdonasi sukarela kemudian bisa potong gratis. Nggak perlu khawatir karena kami dibantu oleh temen-teman Komunitas Sembara atau Semarang Barbershop yang profesional,” lanjutnya.

Sebarkan kesadaran kanker pada anak

Lebih lanjut, YKAKI Cabang Semarang turut berkolaborasi dengan Run Against Cancer (RAC) 2025 dalam perayaan Hari Kanker Anak tahun ini. Event lari itu menyasar runner atau pelari di Kota Semarang untuk lebih mengenali gejala ataupun penderita kanker.

Nantinya, lanjut Vita, hasil penggalangan dana dalam RAC 2025 akan disalurkan kepada YKAKI Cabang Semarang. Yakni untuk uang sewa rumah singgah YKAKI dan biaya operasional.

“Biaya operasional itu adalah biaya kehidupan sehari-hari darinanak dan orang tua di rumah singgah, termasuk untuk obat-obatan yang tidak tercover BPJS,” jelas dia.

Vita berharap, dengan kolaborasi bersama RAC 2025, makin banyak masyarakat yang mengenal YKAKI dan memiliki kesadaran akan gejala-gejala kanker pada anak.

BACA JUGA: Jalani Pengobatan Kanker di Thailand, Curhatan Vidi Aldiano Bikin Sedih: Apakah Akan Selamanya Begini?

Pasalnya, dari 330 anak penderita kanker di YKAKI, hampir 50 persen di antaranya tidak bisa tertolong. Hal itu karena terlambatnya deteksi sehingga anak mendapat telat mendapat penanganan.

“Tentunya semakin banyak masyarakat, semakin banyak runner yang paham terkait kanker pada anak. Bahwa kanker bisa disembuhkan tapi butuh dukungan dari semua pihak,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp