YOGYAKARTA, beritajateng.tv – Dalam rangka meningkatkan kapasitas jurnalis dalam bidang isu lingkungan, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC Media Action menggelar pelatihan bertajuk Training For Green Growth Journalism pada 11 hingga 13 September 2023 di Yogyakarta.
Sebanyak 20 jurnalis pilihan dari berbagai media online di sekitar Jawa, DIY, Bali dan Nusa Tenggara berkesempatan mengikuti pelatihan seri pertama ini.
Rencananya, pelatihan ini akan kembali dilangsungkan hingga tiga seri. Adapun seri kedua akan diikuti oleh jurnalis di sekitar Sumatera dan Kalimantan dan seri ketiga bagi jurnalis di sekitar wilayah Indonesia Timur.
Ketua Umum AMSI Periode 2020-2023, Wenseslaus Manggut dalam pembukaannya menyampaikan pentingnya media dalam memberikan porsi liputan yang besar untuk isu lingkungan.
BACA JUGA: Terpilih Secara Aklamasi, Wahyu Dhyatmika dan Maryadi Resmi Jadi Ketum dan Sekjen AMSI 2023-2027
Terlebih, lanjut Wensus, saat ini terdapat disrupsi yang mulai memasuki media massa. Yang mana mengakibatkan adanya perubahan transaksi antara media dengan publik.
“Adanya perubahan mengakibatkan media kehilangan transaksi dengan publik, bagaimana disrupsi itu masuk ke dalam pekerjaan media seperti kita. Berita itu harus ada kepentingan publiknya, kalau nggak ada jangan ditulis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wensus turut menyoroti terkait proximity yaitu bagaimana kedekatan antara produk jurnalisme dengan keterikatan masyarakat. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih menyukai berita yang mengungkap hal-hal yang viral seperti kehidupan pribadi selebritis.
Padahal, lanjut Wens, berita seperti itu bukanlah hal yang masyarakat butuhkan. Namun, karena berita semacam itu menghasilkan ‘traffic‘ yang tinggi, media sering kali lupa terhadap isu publik.
“Kita cemas dengan situasi ini, kita kehilangan relasi dengan publik, kita kehilangan kepekaan untuk melihat isu-isu publik. Oleh karena itu, AMSI peduli sekali untuk kita mengembalikan jurnalisme ke jalannya,” kata Wensus.
Tumbuhkan peliputan berbasis jurnalisme lingkungan
Dalam pelatihan selama tiga hari ini, para jurnalis diajak untuk lebih memperhatikan terkait liputan berbasis isu lingkungan. Mulai dari memilih topik, mengenali audiens, hingga langkah-langah dalam jurnalisme lingkungan.
Salah satu pemateri dari BBC Media Action, Vita berkesempatan membagikan materi terkait bagaimana cara menarik audiens. Menurutnya, para jurnalis harus pintar melihat segmentasi pembaca dari media masing-masing. Hal tersebut demi bisa menyuguhkan isu lingkungan yang menarik minat pembaca.
BACA JUGA: KPU Sambut Baik Kerja Sama dengan AMSI Sajikan Jurnalisme Cek Fakta Pemilu 2024
Terlebih, lanjut Vita, berita berbasis isu lingkungan memiliki potensi yang besar untuk diminati oleh anak muda. Salah satu cara untuk menarik minat anak muda adalah dengan membuat konten media sosial yang unik.
“Anak muda sekarang mulai lebih peduli dengan lingkungan. Itu dapat kita lihat, misal sekarang ada preloved atau baju bekas, hal tersebut yang bisa kita coba telusuri,” jelasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





