“Terus law enforcement kita lemah. Pemerintah mungkin susah kan mengontrol perusahaan, sedangkan pengambilan air bawah tanah aja masih, gitu kan? Apalagi ini,” katanya.
Dukung Petisi Warga Tolak Geothermal Ungaran
Lebih jauh, perihal penolakan geothermal di Gunung Ungaran, Uli melihat keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan. Dia merespons adanya petisi penolakan geothermal Ungaran yang penandatanganannya sudah lebih dari 10 ribu orang.
Dia bilang, masyarakat perlu menyuarakan kekhawatiran dan memperkuat gerakan bersama. hal itu apabila masyarakat menilai proyek tersebut berpotensi berdampak terhadap lingkungan.
“Kalau menurut saya masyarakat harus bergerak. Kenapa? Karena kebijakan. Jadi ini kan pemerintah daerah menyerahkan itu kepada investor gitu ya. Kalau kita enggak ribut, siapa yang mewakili alam ini? Siapa yang mewakili generasi kita yang akan datang?” katanya.
BACA JUGA: Hari Kedua Aksi, Aliansi Jateng Guyub Soroti Kerusakan Lingkungan, Minta Gubernur Tertibkan Tambang Bermasalah
Baginya, gerakan masyarakat lewat petisi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
“Saya sangat mendukung, itu bentuk gerakan sebetulnya. Indonesia itu punya kelompok masyarakat yang memang peduli, aware, punya kesadaran bahwa lingkungannya mengalami perusakan. Karena bumi kita ini adalah tempat hidup kita bersama. Harusnya kita rayakan bersama, kita rawat bersama,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





