Jateng

Spesial HUT ke-320 Ambarawa, Sembilan Pasangan Ikuti Pernikahan Massal Gratis

×

Spesial HUT ke-320 Ambarawa, Sembilan Pasangan Ikuti Pernikahan Massal Gratis

Sebarkan artikel ini
pasangan ambarawa
Sejumlah pasangan di Ambarawa, Jawa Tengah yang mengikuti pernikahan massal gratis, Rabu 10 September 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak sembilan pasangan mengikuti pernikahan massal dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-320 Ambarawa, Rabu, 10 September 2025.

Kesembilan pasangan ini sebagian sudah tinggal satu atap, tetapi mereka belum terikat oleh pernikahan sah oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

Namun karena pertimbangan kemampuan ekonomi, umumnya mereka hanya melakukan pernikahan sesuai rujun dan syariat (nikah siri).

Prosesi akad nikah kesembilan pasangan ini dilaksanakan di KUA Kecamatan Ambarawa, Ngampin, Kabupaten Semarang.

Seksi Rohani Panitia Hari Jadi ke-320 Ambarawa, Mohammad El Amin mengatakan, nikah massal ini terasa istimewa karena baru pertama kali dilakukan.

Sedianya, target panitia dalam kegiatan ini ada 10 pasangan. Dalam prosesnya yang mendaftar secara administrasi mencapai 15 pasangan.

“Namun karena ada pro kontra di pihak keluarga pasangan, sehingga memungjinkan mengikuti kegiatan ini ada sembilan pasangan,” jelasnya.

BACA JUGA: Ungkap Masa Lalu, Bigmo Kaget Ibunya Menikah Lagi Lewat Facebook

Ia juga menyampaikan, sasaran utama peserta nikah massal adalah pasangan yang telah menikah siri, meski ada juga yang memang pasangan baru.

Menurutnya, nikah secara agama (siri) sudah cukup. Tetapi untuk legalitas undang-undang mengamanatkan harus tercatat di KUA.

Seluruh peserta nikah massal ini gratis, mulai dari akad, baju pengantin dan yang lainnya. “Termasuk kita siapkan mahar seperangkat alat salat,” tegas Amin.

Peserta nikah massal, Agung (36) dan Sudarwati (33) mengaku senang dan lega, karena mereka kini telah menjadi pasangan suami istri yang sah dan tercatat di KUA.

“Senang akhirnya sudah sah menjadi suami- istri, setelah kami berpacaran selama satu tahun,” ungkapnya saat beritajateng.tv konfirmasi usai akad nikah.

Kemampuan ekonomi jadi alasan ikut nikah massal

Terkait alasan mengikuti nikah massal, Agung mengaku karena pertimbangan kemampuan ekonomi dan biaya yang belum ada.

“Ikut nikah massal alasannya ekonomi, karena ini gratis. Dan yang penting sekarang sudah sah secara agama dan juga terakui oleh negara,” tegasnya.

BACA JUGA: Dispensasi Nikah di Ambarawa Dominan karena Hamil, PA: Banyak yang Belum Siap Menikah

Kebahagiaan juga diungkapkan pasangan Anang Susanto (29) dan Latifah Sri Utami (30) usai melaksanakan prosesi akad nikah ini.

Latifah mengatakan prosesi pernikahan dilangsungkan dengan lancar dan juga tidak ada kendala. Persyaratan juga tidak ada masalah dan gratis semua.

Menurutnya, tujuan dari menikah banyak dan tetap untuk yang terbaik, walaupun caranya harus secara massal atau bareng pasangan yang lain.

“Menikah massal kan ramai-ramai, bareng juga dengan yang lain. Justru ini juga akan menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan,” ungkapnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp