Pendidikan

SPMB 2026 Disdik Semarang Perkuat Pendaftaran Jalur Afirmasi, Tak Diterima di Negeri Otomatis ke Sekolah Swasta

×

SPMB 2026 Disdik Semarang Perkuat Pendaftaran Jalur Afirmasi, Tak Diterima di Negeri Otomatis ke Sekolah Swasta

Sebarkan artikel ini
SPMB 2026 Disdik Semarang Perkuat Pendaftaran Jalur Afirmasi, Tak Diterima di Negeri Otomatis ke Sekolah Swasta
Kepala Disdik Kota Semarang M. Ahsan saat menyampaikan materi FGD Sosialisasi Persiapan SPMB 2026 Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang, akan memperkuat kuota jalur afirmasi bagi siswa kurang mampu dan disabilitas, pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Juni 2026 mendatang.

Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan akan membuka SPMB 2026 untuk jenjang TK dan SD Negeri pada 8 Juni mendatang. Sementara untuk jenjang SMP Negeri akan berlangsung pada 22 Juni mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan skema penerimaan tahun ini pada dasarnya masih mengacu pada pola sebelumnya. Yakni melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Namun, pemerintah memberikan perhatian lebih pada jalur afirmasi.

“Secara keseluruhan sih jalur penerimaan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Masih ada jalur domisili, prestasi, afirmasi dan mutasi,” kata Ahsan, Rabu, 6 Mei 2026.

Bedanya pada tahun ini, kuota untuk jalur afirmasi di Ibu Kota Jateng akan lebih dinas perkuat. Khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan siswa dengan kebutuhan khusus.

Khusus jalur ini, jika siswa tidak keterima di sekolah negeri, otomatis akan masuk di sekolah swasta terdekat secara by sistem.

BACA JUGA: SPMB 2026 Semarang Prioritaskan Siswa Miskin, 33 Sekolah Gratis Disiapkan

“Jalur afirmasi akan kita perkuat, dulu keluarga yang kurang mampu lewat jalur ini, harus cari sekolah sendiri jika tidak keterima di sekolah negeri. Nah ini otomatis akan masuk ke by sistem yang sudah kita integrasikan,” beber Ahsan.

Pada SPMB tahun ini, ada 133 sekolah swasta yang akan langsung masuk ke sistem secara otomatis jika tidak masuk di sekolah negeri.

Rinciannya 40 Taman Kanak-Kanak (TK), 48 Sekolah Dasar (SD), dan 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ahsan menjelaskan kuota khusus TK dan SD untuk afirmasi sebesar 20 persen, sisanya domisili dan mutasi. Untuk SMP, kuota afirmasi dan prestasi sebesar 25 persen, lalu domisili 40 persen, serta 5 persen untuk jalur prestasi.

“Masih ada sisa 5 persen yang bisa kita manfaatkan jalur domisili, serta afirmasi, kita juga tegaskan tidak ada titipan,” tegasnya.

Selain itu, Ahsan menyebut hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan menjadi salah satu indikator penting dalam seleksi jalur prestasi, khususnya untuk siswa lulusan SD dan MI.

“Tahun ini kami memperkuat jalur afirmasi, terutama untuk siswa dari keluarga kurang mampu dan berkebutuhan khusus. Ini menjadi prioritas agar akses pendidikan lebih merata,” ujar Ahsan, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, salah satu perubahan penting adalah integrasi sistem antara sekolah negeri dan swasta.

Melalui skema ini, siswa jalur afirmasi yang tidak tertampung di sekolah negeri akan otomatis dialihkan ke sekolah swasta terdekat.

“Nanti akan ada 4 indikator, yakni TKA, Rata-rata Rapor, Nilai Kejuaraan dan pendidikan karakter. TKA memiliki indikator yang paling tinggi, berapanya kita nanti akan ada panduan operasional SPMB,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp