JAKARTA, beritajateng.tv – Presiden Prabowo Subianto resmi merombak Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan terdapat lima kementerian yang diganti, serta satu kementerian baru dibentuk.
Dalam pelantikan yang digelar pukul 16.00 WIB di Istana Negara, pengumumannya, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Keputusan ini langsung memicu perhatian publik. Nama “Sri Mulyani” menduduki posisi teratas trending topic di platform X dengan lebih dari 4 ribu cuitan.
Daftar Kementerian yang Direshuffle
-
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
-
Kementerian Keuangan
-
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
-
Kementerian Koperasi
-
Kementerian Pemuda dan Olahraga
BACA JUGA: Semarang Raih Predikat Tertinggi Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA
Selain itu, pemerintah juga mengumumkan pembentukan Kementerian Haji, yang akan mengurus penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Reaksi Publik di Media Sosial
Reshuffle ini menuai beragam reaksi di media sosial. Banyak warganet menyayangkan keputusan mengganti Sri Mulyani, yang selama ini teranggap kredibel di mata investor.
“Welcome idr melemah, secara Sri Mulyani ini di percaya ama investor, saham IHSG memerah,” tulis akun @CallMee*****.
Namun ada pula yang mengkritik susunan kabinet secara keseluruhan.
“Gatau mau seneng apa sedih, soalnya pimpinan kabinetnya tuh demen banget ngisi posisi sama orang yang ga kompeten,” cuit akun @anneliez**.
Ada juga warganet yang menyoroti kementerian lain yang tak tersentuh reshuffle.
“Menteri HAM kaga di – reshuffle kah? Padahal kemarin waktu demo banyak banget pelanggaran HAM,” tulis @pawliti**.
Tantangan Berat Menanti
Ekonom senior INDEF, Fadhil Hasan, menilai Purbaya akan menghadapi tantangan besar sebagai Menkeu. Menurutnya, Sri Mulyani selama ini berhasil menjaga kebijakan fiskal tetap stabil, hati-hati, dan berkelanjutan, sehingga Indonesia masih dipercaya dunia usaha dan lembaga internasional.
“Dengan demikian, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara yang terpercaya mengelola ekonominya dengan baik dan masih menarik untuk investasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Viral Dokter Anestesi RSI Sultan Agung Semarang Alami Pemukulan, Dugaan Kuat Pelaku Dosen FH Unissula
Meski begitu, Fadhil juga mencatat bahwa dalam periode kedua Presiden Jokowi, Sri Mulyani menjadi lebih akomodatif terhadap kebijakan presiden. Hal itu berdampak pada meningkatnya utang publik dan menurunnya kredibilitas fiskal.
Kini, semua mata tertuju pada Purbaya Yudhi Sadewa untuk melihat arah kebijakan fiskal Indonesia pasca-reshuffle kabinet ini. (*)





