SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membuka lintasan lari Stadion Jatidiri Semarang untuk masyarakat umum setiap hari.
Kebijakan ini Pemprov ambil setelah tingginya antusiasme warga memanfaatkan fasilitas olahraga yang sebelumnya hanya buka pada akhir pekan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto mengatakan pembukaan harian Stadion Jatidiri Semarang merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah. Agar fasilitas olahraga milik pemerintah dapat bermanfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Awalnya stadion hanya buka pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Namun setelah melihat tingginya minat masyarakat serta arahan Pak Gubernur, sekarang lintasan lari kita buka setiap hari,” kata Aria.
BACA JUGA: PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC: Laga Penentuan Tren Positif di Stadion Jatidiri
Menurutnya, masyarakat dapat menggunakan lintasan lari pada Senin hingga Kamis pukul 07.00-09.00 WIB.
Sementara pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, fasilitas tersebut dibuka lebih awal mulai pukul 06.00-09.00 WIB.
Meski buka untuk umum, pengelola tetap mengutamakan kebutuhan pembinaan atlet yang berlatih di kawasan stadion.
Jalur lari satu hingga empat di prioritaskan untuk latihan atlet, sedangkan jalur lima hingga delapan dapat masyarakat pergunakan.
“Kami tetap mengakomodasi kebutuhan atlet dan masyarakat. Karena itu pembagian lintasan ini agar aktivitas olahraga bisa berjalan berdampingan dengan baik,” ujarnya.
Aria menjelaskan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan pembukaan stadion pada sore hari. Saat ini lintasan atletik masih terpakai secara intensif oleh atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPOP) Jawa Tengah sehingga perlu evaluasi lebih lanjut.
“Kami akan melakukan evaluasi dalam sekitar satu bulan ke depan. Untuk saat ini pemanfaatan oleh masyarakat masih berfokus pada pagi hari,” jelasnya.
Selain mendorong pola hidup sehat, pembukaan Stadion Jatidiri juga menjadi upaya memperluas akses publik terhadap fasilitas olahraga berkualitas.
Pemerintah berharap kebiasaan berolahraga masyarakat dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial dari Jawa Tengah.





