SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu film horor yang adaptasi dari sebuah novel populer namun kisahnya juga terjadi di dunia nyata yakni Bandung pada tahun 2007.
Film ini memiliki daya tarik cukup tinggi bahkan sejak bukunya kini rilis. Namun meski demikian ada beberapa hal yang tetap perlu pembenahan dari kisah dalam film tersebut.
Maka dari itu berikut ini beritajateng.tv akan mengulasnya sedikit informasi terkait kelebihan dan kekurangan dari film horor yang satu ini.
Film Horor Rumah Teteh
Salah satu kelemahan utama film ini terletak pada naskah yang kurang matang. Beberapa karakter, seperti dua pemilik kos, memiliki peran yang tidak jelas dan kehadirannya kurang memberikan dampak signifikan pada alur cerita utama.
BACA JUGA: Film Pintu Pintu Surga 2025: Sinopsis, Daftar Pemain dan Jadwal Tayang
Selain itu, subplot yang ada dalam film ini juga tidak banyak berkontribusi pada narasi utama. Alih-alih menggali asal-usul keangkeran Rumah Teteh dan keterkaitannya dengan kisah Helena.
Film ini lebih banyak berfokus pada pengalaman gangguan yang Brii dan teman-temannya alami.
Akibatnya, alur cerita terasa kurang fokus dan kehilangan kedalaman yang bisa memperkuat elemen horor maupun emosional.
Salah satu aspek yang cukup mengecewakan adalah minimnya eksplorasi terhadap elemen flashback yang sangat penting dalam novel. Sepertihalnya perselingkuhan dalam rumah tangga yang memicu peristiwa tragis di Rumah Teteh.
Dalam film ini, latar belakang hanya disinggung sebentar dan tidak digali dengan baik. Sehingga mengurangi dampak emosional yang seharusnya bisa memperkuat cerita.
Dari segi teknis, sinematografi dalam film ini terbilang cukup layak, meskipun penggunaan CGI dalam beberapa adegan tampak kasar dan kurang realistis.
BACA JUGA: Arya Saloka Kembali Hadir di Film Bioskop Berjudul Pintu Pintu Surga, Berikut Para Pemain Lainnya
Namun, keputusan untuk menyertakan lagu Kala Sang Surya Tenggelam dari Chrisye menjadi nilai tambah yang berhasil menciptakan suasana sendu dan melankolis yang cocok dengan tema film.





