Akibatnya, alur cerita terasa kurang fokus dan kehilangan kedalaman yang bisa memperkuat elemen horor maupun emosional.
Salah satu aspek yang cukup mengecewakan adalah minimnya eksplorasi terhadap elemen flashback yang sangat penting dalam novel. Seperti perselingkuhan dalam rumah tangga yang memicu peristiwa tragis di Rumah Teteh.
Dalam film, latar belakang ini hanya disinggung sebentar dan tidak digali dengan baik. Sehingga mengurangi dampak emosional yang seharusnya bisa memperkuat cerita. (*)





