SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi warga Jawa Tengah (Jateng), tentu tak asing lagi dengan nama Casytha Arriwi Kathmandu. Bahkan mungkin familiar dengan potret cantik wanita berambut pendek itu.
Pasalnya, Casytha yang maju sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jateng pada Pemilu 2024 memilih cara unik dalam berkampanye.
Alih-alih meninggalkan metode yang teranggap kuno, Casytha masih memanfaatkan kampanye konvensional. Yaitu menggunakan baliho.
Saat itu, baliho dengan foto dan nama Casytha sangat mudah masyarakat jumpai di setiap sudut kota. Ukurannya pun besar-besar. Langsung menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.
Hasilnya, Casytha berhasil meraih lebih dari 3,5 juta suara dan kembali melenggang ke Senayan. Ia pun mengaku jika kampanye menggunakan baliho masih sangat efektif di tengah era media sosial.
“Kalau saya, DPD RI, jujur dengan baliho utamanya itu sangat efektif sekali karena DPD ada fotonya (di surat suara),” katanya kepada beritajateng.tv, Sabtu, 4 Mei 2024.
BACA JUGA: Dapat Surat Tugas DPP Partai Demokrat, Yoyok Sukawi Diusung untuk Maju Pilwalkot Semarang 2024
Ia bahkan bergurau jika orang bisa saja ‘muntah’ karena terlalu sering melihat potretnya di baliho. Namun, hal tersebutlah yang kemudian menjadi kelebihannya dibandingkan caleg lain.
Mengingat, surat suara DPD RI memang berisi foto masing-masing caleg. Selain itu, ia mengakui jika ejaan namanya yang susah juga bisa menjadi kelebihan tersendiri.
Menurutnya, masyarakat malah bisa mengingat namanya karena pelafalan nama Casytha Arriwi Kathmandu termasuk susah.
“Iki meneh iki meneh (ini lagi ini lagi), tapi ketika masuk di bilik suara, paling banyak foto (balihonya) yang dicoblos,” kekehnya.
Tidak 100% efektif di DPRD dan DPR RI
Meski begitu, Casytha menyadari jika metode kampanye menggunakan baliho mungkin tak begitu efektif bagi caleg yang lain. Terlebih bagi mereka yang maju sebagai caleg DPRD maupun DPR RI.
“Sekali lagi itu DPD RI yang ada fotonya di kertasnya (surat suara). Berbeda dengan DPR atau DPRD yang tidak ada fotonya,” ucapnya.
Sebab, lanjut Casytha, dalam satu surat suara DPRD maupun DPR RI terdapat belasan partai politik. Sehingga mencapai puluhan caleg.
BACA JUGA: Raih Suara Terbanyak di Pileg 2024, Sumanto Bakal Maju Pilkada Karanganyar? Begini Tanggapannya
Oleh karena itu, sosialisasi secara offline atau langsung menemui masyarakat lah yang lebih efektif bagi caleg DPRD dan DPR RI.
“Kalau hanya pasang baliho sih saya bilang tidak 100 persen efektif, harus disertai sosialisasi di bawah,” tekannya. (*)
Editor: Farah Nazila




