Gus Yasin mengatakan, apa yang diajarkan Nabi Muhammad sejak awal sebelum diangkat nabi, sudah melakukan hubungan perniagaan atau perdagangan, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan masyarakat di Mekkah yang semuanya tidak berasal dari satu agama, melainkan juga berlatar belakang suku dan ras yang beragam.
“Maka mari jaga kebhinekaan kita dengan saling mempercayai. Kita telah memproklamirkan bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa kita satu, yaitu Indonesia. Dengan sejarah yang ada di Indonesia, keberagaman dapat menyatukan seluruh provinsi, kabupaten, dan kota yang ada di Indonesia,” pungkasnya. (Ak/El)





