Gaya Hidup

Tak Cuma Lucu, Konten Jokes Bapak-bapak Guntur Rony & Pak Slamet Ternyata Punya Pesan Mendalam

×

Tak Cuma Lucu, Konten Jokes Bapak-bapak Guntur Rony & Pak Slamet Ternyata Punya Pesan Mendalam

Sebarkan artikel ini
Guntur Rony (kiri) dan Pak Slamet dalam sesi podcast bersama Beritajateng.tv. (beritajateng.tv)
Guntur Rony (kiri) dan Pak Slamet dalam sesi podcast bersama Beritajateng.tv. (beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kreator konten Guntur Rony terkenal dengan konten jokes bapak-bapak Semarangan dengan Pak Slamet. Ia bahkan memiliki pengikut hingga 100 ribu di akun TikTok-nya.

Namun, di balik kelucuan yang sering tersampaikan, Guntur dan Slamet rupanya memiliki pesan tersirat dalam setiap konten tersebut.

“Netizen banyak yang belum tau setiap konten ada filosofinya. Di balik komedi ada keseriusan. Itu ada di adegan Pak Slamet ketawa terus ketabrak motor,” ungkap Guntur kepada beritajateng.tv, belum lama ini.

Guntur menuturkan, pesan dalam kontennya terdapat di setiap akhir video. Yakni, saat adegan Slamet tertawa lalu tertabrak motor.

Menurutnya, adegan tertabrak motor bukan sekadar punchline dari guyonan. Melainkan, membawa sebuah pesan mendalam.

BACA JUGA: Kisah Guntur Rony, Sosok di Balik Viralnya Pak Slamet Jokes Bapak-bapak Semarangan

“Maknanya, ketika kita ketawa berlebihan, itu bisa bikin keras hati. Bebal, dibilangin susah, diarahin gak mau. Tertawa boleh-boleh saja, tapi ada batasannya. Maka ending-nya nabrak motor,” katanya.

Selain itu, Guntur juga memiliki batasan tertentu dalam membuat jokes bapak-bapak. Ia menghindari lelucon yang memuat hal sensitif seperti bentuk tubuh, kata kasar, dan hal-hal seksis.

Alasannya, ia ingin konten dirinya dan Pak Slamet bisa dilihat dan dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Aslinya bisa sih buat kayak gitu, tapi aku gak mau jadi konten kreator yang buruk. Aku buat konten dan terkenal karena karya,” beber Guntur.

Guntur Rony ngaku bikin jokes bapak-bapak cukup susah-susah gampang

Lebih lanjut, Guntur mengakui jika membuat konten jokes bapak-bapak itu cukup susah-susah gampang. Apalagi, jokes bapak-bapak terkenal sebagai lelucon yang cringe atau garing.

Untungnya, pembawaan dan intonasi Slamet terbilang khas dan lucu. Sehingga, generasi muda menjadi tertarik dengan konten Pak Slamet.

“Gen Z, gen alpha, mulai tertarik sama konten jokes bapak-bapak, banyak komen yang bilang jiwa mudanya meronta-ronta karena ketawa liat jokes Pak Slamet,” tuturnya.

Kendati demikian, membuat konten dengan orang yang lebih tua memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya, kata Guntur, Pak Slamet sering lupa dialog saat proses syuting.

“Saya kasih pertanyaannya satu nih, dia harus ngapalin dan ngapalinnya perlu berkali-kali dan butuh waktu yanh lama. Tapi saya maklum dia orang tua saya gak apa-apa yang penting profesional dan hasil finalnya bagus,” ujar Guntur.

BACA JUGA: Podcast di Balik Konten Jokes Bapack Bapack Semarangan, Ada Guntur Rony dan Mbah Slamet

Sementara itu, Slamet juga mengaku jika membuat konten jokes bapak-bapak itu tidak mudah. Terkadang, ia masih merasa malu saat membuat konten di depan orang banyak.

Tak hanya itu, proses syuting yang biasanya sampai berkali-kali juga menjadi tantangan tersendiri bagi Slamet.

“Ada capeknya. Kalau yang capek yang syuting diulang-ulang itu. Pegel badanku, tapi menyenangkan,” aku Slamet.

Ke depannya, Guntur dan Slamet mengaku akan semakin serius dalam menggarap media sosialnya dan menjadi kreator konten terkenal. Bahkan, Guntur berencana melebarkan segmentasi dengan membuat konten baru selain jokes bapak-bapak.

“Tapi yang pasti jokes bapak-bapak akan dipertahankan, dan tetep melibatkan Pak Slamet di konten lainnya,” tandas Guntur. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp