SEMARANG, beritajateng.tv – Kuasa hukum keluarga almarhumah dr. Aulia Risma Lestari, Misyal Achmad, mengungkap ada tiga korban lain dalam kasus perundungan PPDS Undip yang akan melapor ke polisi.
“Ada tiga lagi yang akan melapor. Satu rekan se-angkatan almarhumah, dua [korban] lainnya sudah keluar dari PPDS,” ungkap Misyal, Kamis, 19 September 2024.
BACA JUGA: Kaprodi PPDS Anestesi Undip Bisa jadi Tersangka, Pengacara Ibu Aulia Risma Beberkan Alasannya
Sebelum ketiga korban melapor, kata Misyal, sedang diupayakan jaminan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek) untuk menjamin pendidikan serta pekerjaan mereka.
“Jaminan pendidikan atas nama mereka, pekerjaan mereka, setelah nanti mereka melapor,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bantah Iuran PPDS Anestesi Hanya Satu Semester, Ibunda dr Aulia: Terakhir Transfer Agustus Kemarin
Lebih lanjut, Misyal mengungkap kepolisian segera menetapkan tersangka terkait kasus ini. Ia menyebut tindakan perundungan yang terjadi di PPDS Fakultas Kedokteran Undip sebagai sebuah “tindak kriminal luar biasa” oleh intelektual yang terlihat elegan namun sadis.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian membuka pintu bagi korban lain untuk melaporkan dugaan perundungan.
BACA JUGA: Ibunda dr Aulia Ungkap 7 Fakta Kematian Putrinya: Kekejaman Senior PPDS Undip Hingga Dugaan Pinjol
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Kemenkes agar jangan sampai pelapor ini terganggu proses belajarnya,” ujar Artanto.
Sebelumnya, dr. Aulia Risma meninggal dunia pada 12 Agustus 2024. Ia menurut dugaan bunuh diri di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang.
BACA JUGA: Video Dalami Bullying, Polisi Periksa Ketua Angkatan dan Bendahara PPDS Anestesi Undip
Kematian dr. Aulia dugaannya berkaitan dengan perundungan yang ia alami selama menempuh pendidikan. Keluarganya sendiri telah melaporkan dugaan perundungan tersebut ke Polda Jawa Tengah pada 4 September 2024 lalu. (*)





