Menyapa Nusantara

Tak Ingin Ketinggalan Teknologi Terkini, Otorita IKN Kembangkan Pusat Riset dan Inovasi di Nusantara

×

Tak Ingin Ketinggalan Teknologi Terkini, Otorita IKN Kembangkan Pusat Riset dan Inovasi di Nusantara

Sebarkan artikel ini
Ibu Kota Nusantara
Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono memaparkan tentang konsep pembangun kota berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi di Kantor OIKN yang berlokasi di Lantai 5 Menara Mandiri II, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2023. (ant)

JAKARTA, beritajateng.tv – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengembangkan satu area khusus untuk menjadi area pusat riset dan inovasi serta ide-ide pembaharuan yang menarik dengan tujuan menjadi penggerak utama dalam membangun kota masa depan di Nusantara.

“Saat ini dunia sedang berlomba untuk menerapkan teknologi terkini. Sehingga penting bagi kita untuk tidak tertinggal,” kata Kepala Otoritas IKN Bambang Susantono di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2023.

Pemerintah, lanjutnya, membangun Ibu Kota Nusantara untuk mencapai target Indonesia sebagai negara maju sesuai visi Indonesia 2045.

BACA JUGA: Pengelolaan Air di Kota Semarang Jadi Percontohan untuk IKN

Bambang menuturkan membangun IKN tidak sama dengan membangun kota biasa yang lebih dominan bangunan fisik dan infrastruktur semata.

Menurutnya, proyek membangun Ibu Kota Nusantara adalah membangun roh, membangun masyarakat, dan membangun kedekatan sosial. Sebuah kota yang memiliki roh atau soul, kata Bambang, tidak membosankan karena masyarakat merasakan kebahagiaan.

“IKN tidak hanya kota yang layak huni dan semuanya bagus, airnya bisa diminum, terhubung dengan mancanegara, tetapi kota yang dicintai,” tutur Bambang.

BACA JUGA: Tawarkan Proyek Pembangunan IKN ke Investor Tiongkok, Menteri PUPR Beberkan Fasilitas Bagi Para Penanam Modal

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pihaknya secara khusus melakukan studi agar Nusantara menjadi kota yang menjadi kecintaan khalayak dengan mengacu berbagai pusat ibu kota negara di dunia.

Studi itu, kata Bambang, agar otoritas mempunyai landasan dalam mengambil sikap dengan pendekatan sosial kultural di Indonesia.

BACA JUGA: Fokus Pembangunan IKN Nusantara, Pemerintah Targetkan SDM Indonesia Emas 2045

Otorita IKN telah menjalin komunikasi dengan 800 peneliti untuk mendapatkan berbagai masukan tentang apa saja yang bisa untuk pengembangan di Nusantara, baik dari sisi teknologi, sosial, budaya, bahkan antropologi.

“Kami membutuhkan satu pendekatan holistik yang terintegrasi dalam melihat riset, sehingga nanti keputusan-keputusan yang kami ambil evidence based,” ujar Bambang. (ant)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran