Viral

Tak Terima Laptop Disita, Taruna Akpol Semarang Serang Pengasuh

×

Tak Terima Laptop Disita, Taruna Akpol Semarang Serang Pengasuh

Sebarkan artikel ini
HIPMI Jawa Tengah | Pengeroyokan Mahasiswa Undip | SMP Grobogan | ilustrasi kekerasan // semarang
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Viral sebuah video yang menarasikan seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang menyerang pengasuhnya lantaran tak terima laptopnya disita.

Salah satu pengguna akun X, @dhemit_is_back mengunggah video taruna Akpol Semarang tersebut hingga menjadi viral.

Lebih jelasnya, dalam video berdurasi 32 detik tersebut, tampak seorang taruna memakai seragam lengkap berwarna cokelat, menyerang seniornya yang tak memakai seragam resmi. Kejadian itu berlangsung saat malam hari.

Perekam menarasikan, taruna tersebut melawan pengasuhnya karena laptopnya di buka.

BACA JUGA: Polisi Periksa Belasan Saksi Kasus Kematian dr. Aulia, Temukan Bukti Perundungan?

Tak terima penyerangan tersebut, pengasuh taruna Akpol Semarang tersebut kemudian melawan sembari berteriak mengingatkan bahwa ia merupakan polisi berpangkat perwira.

“Pangkat saya perwira,” kata pria berjaket hitam itu.

Narasi dalam postingan tersebut menjelaskan, taruna Akpol yang melakukan penyerangan terhadap seniornya itu berinisial BT. Dia terbukti membawa laptop untuk keperluan pribadi, yakni melakukan komunikasi dengan seorang cewek lewat aplikasi iMessage.

Hal ini Terungkap saat pengasuh menggeledah karena BT melanggar jam istirahat malam.

BACA JUGA: Lagi, Polisi Pukuli Pers Mahasiswa saat Liput Demo di Balai Kota Semarang

Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto membenarkan peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Akpol Semarang, Jawa Tengah.

Namun, dia enggan mengungkap secara rinci siap yang terlibat dalam kejadian itu dan kapan peristiwa berlangsung.

“Saya sudah lihat videonya. Benar, di Akpol (Semarang). Tapi kapan kejadian persisnya, kurang tahu,” katanya selepas simulasi Sispamkota di Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis 5 September 2024.

Ketika laptop disita pengasuhnya, BT tidak terima lalu melakukan penyerangan.

“Akpol itu ada aturannya sendiri. Detailnya nanti, biar dijelaskan humas Akpol,” sambung Artanto. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp