Jateng

Tambak Nila Salin di Pantura Terdampak Banjir, Pemprov Jateng Akui Belum Ada Asuransi Budi Daya

×

Tambak Nila Salin di Pantura Terdampak Banjir, Pemprov Jateng Akui Belum Ada Asuransi Budi Daya

Sebarkan artikel ini
Tambak Banjir
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, saat dijumpai di Kantor DKP Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 27 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah berdampak serius pada sektor perikanan budi daya. Ribuan hektare tambak ikan di Kabupaten Pati dan Kabupaten Pemalang dilaporkan terdampak banjir, menyebabkan petambak gagal panen. Kerugian sementara ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menyampaikan hingga kini baru dua daerah yang melaporkan dampak banjir terhadap tambak ikan, yakni Kabupaten Pati dan Kabupaten Pemalang.

“Yang sudah melapor ke kami baru dua, Pati dan Pemalang. Yang lainnya belum masuk,” ujar Endi saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DKP Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 27 Januari 2026.

Di Kabupaten Pati, dampak banjir terhadap sektor tambak terbilang paling signifikan. Berdasarkan laporan dari pemerintah kabupaten (Pemkab), total lahan tambak ikan yang terdampak mencapai 1.257 hektare. Tambak-tambak tersebut tersebar di 19 desa pada enam kecamatan.

“Data dari kabupaten menyebutkan ada 1.257 hektare tambak terdampak. Itu tersebar di enam kecamatan dan 19 desa,” ujar Endi.

Ia menjelaskan, jenis ikan yang terdampak di Pati didominasi nila salin. Banjir yang terjadi menyebabkan ikan di tambak kabur sebelum masa panen tiba, sehingga petambak mengalami gagal panen total.

BACA JUGA: Tanggapi Rencana Pembukaan Tambak Ikan untuk MBG, WALHI Jateng Desak Pemerintah Audit Ekologis

“Tambak-tambak itu sebenarnya sudah mau panen. Tapi malamnya kena banjir, akhirnya enggak jadi panen karena ikannya hilang,” tuturnya.

Dari hasil perhitungan awal, kerugian akibat gagal panen tambak di Kabupaten Pati ditaksir mencapai Rp17 miliar. Namun, kata Endi, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final.

“Hitungan kerugiannya sampai Rp17 miliar, tapi ini belum fix,” jelas Endi.

Sementara itu, untuk Kabupaten Pemalang, DKP Jawa Tengah baru menerima laporan awal berupa dokumentasi foto dari lapangan. Lokasi terdampak sementara teridentifikasi berada di Desa Sidokare, namun luasan tambak dan jumlah titik terdampak masih dalam tahap pendataan.