Nantinya, kata dia, setelah 21 hari masa tanam, padi akan di pindahkan ke tanah yang sudah di olah dan di gemburkan menggunakan traktor berbahan Petasol.
“BRIN terus mendorong atau mensupport Pemerintah Kota Semarang dan juga petani. Untuk bisa memanfaatkan lahan-lahan yang sudah tidur menjadi lahan produktif dan menghasilkan padi. Sehingga bisa mensejahterakan masyarakat pesisir,” bebernya.
Salah satu contohnya, imbuh Mbak Ita, yakni di kelurahan mangunharjo kecamatan Tugu ini. “Di Mangunharjo ini masih banyak lahan tidur, tapi dengan riset ini, kami lakukan uji coba 50ribu meter persegi implementasi riset Padi Biosalin. Kita akan tunggu 21 hari lagi untuk pindah tanam,” sebut dia. (*)





