Jateng

Stunting di Wonosobo dan Purworejo Tertinggi se-Jateng, Dinkes Andalkan Bantuan Kesehatan Rp180 Miliar

×

Stunting di Wonosobo dan Purworejo Tertinggi se-Jateng, Dinkes Andalkan Bantuan Kesehatan Rp180 Miliar

Sebarkan artikel ini
Stunting Wonosobo
Kepala Dinkes Jateng, Zulfachmi Wahab, saat ditemui di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah mencatat persentase stunting tertinggi berdasarkan penimbangan Agustus 2026 berada di Kabupaten Wonosobo, yakni 17,67 persen. Sementara persentase terendah tercatat di Kabupaten Demak sebesar 2 persen.

Data Dinkes Jawa Tengah yang beritajateng.tv terima, Rabu, 23 September 2026, menunjukkan setelah Wonosobo, persentase stunting tertinggi berikutnya yakni Purworejo 16,51 persen dan Banjarnegara 15,11 persen.

Adapun persentase stunting di Purbalingga berada di angka 13,82 persen, menempati posisi ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sementara itu, tiga daerah dengan persentase stunting terendah yakni Demak 2 persen, Kabupaten Semarang 2,83 persen, dan Kudus 3,40 persen.

Berdasarkan jumlah kasus, daerah dengan kasus stunting terbanyak justru Kabupaten Tegal dengan 12.794 kasus. Disusul Brebes 11.946 kasus dan Banyumas 10.671 kasus. Sementara jumlah kasus terendah tercatat di Kota Magelang sebanyak 454 kasus, Kota Salatiga 494 kasus, dan Kota Tegal 919 kasus.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Sebut Stunting di Wonosobo Tinggi: Periksa 10 Anak, 9-nya Stunting

Kepala Dinkes Jateng, Zulfachmi Wahab, mengatakan pihaknya bakal mempelajari daerah dengan angka stunting rendah untuk ԁiterapkan di wilayah lain. Dua daerah yang menjadi bahan pembelajaran yakni Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang.

Dinkes Jateng akan menerapkan metode amati, tiru, dan modifikasi (ATM) untuk mempelajari pola penanganan stunting di kedua daerah tersebut.

“Nanti dari dua kabupaten yaitu Demak dan Semarang kita belajar. Kami dari Dinas Kesehatan ԁiberikan amanah untuk mempelajari kenapa stunting bisa berhasil,” kata Zulfachmi saat beritajateng.tv jumpai di Novotel Semarang, Selasa, 22 September 2026.

“Kami melakukan ATM dan yang paling penting adalah bagaimana kami melakukan evaluasi terkait hasil itu, lalu di-scale up di tingkat provinsi,” imbuh dia

Zulfachmi: MBG dan PMT Punya Sasaran Berbeda Tangani Stunting

Terkait penanganan stunting di daerah dengan angka yang masih tinggi, Zulfachmi mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan sasaran yang telah ԁitentukan.