Jateng

Tanaman Rusak hingga Anak Takut Keluar Rumah, Kera Resahkan Warga Ungaran Barat

×

Tanaman Rusak hingga Anak Takut Keluar Rumah, Kera Resahkan Warga Ungaran Barat

Sebarkan artikel ini
kera ekor panjang ungaran barat
Kawanan kera ekor panjang terlihat berkeliaran di halaman rumah warrga di Dusun Gintungan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dibuat resah oleh kawanan kera ekor panjang yang berkeliaran di lingkungan pemukiman warga.

Tak hanya merusak berbagai tanaman dan mengambil buah-buahan di pekarangan warga untuk dimakan, kawanan kera ekor panjang ini juga menjadikan jemuran pakaian warga setempat untuk mainan.

Video kawanan kera ekor panjang di pemukiman warga Dusun Gintungan ini bahkan sempat viral di media sosial. Dari narasinya, warga bingung untuk mengatasi serbuan kawanan kera ekor panjang ini.

Eko, salah seorang warga RT 04/RW 02 Dusun Gintungan, Desa Gogik mengaku, sudah satu bulan terakhir warga di dusun ini resah dengan kemunculan kawanan kera ekor panjang di pemukiman mereka.

BACA JUGA: Kasus Kekerasan Anak di Semarang Melonjak, Persetubuhan Paling Dominan di Tahun 2025

Saat kawanan kera ekor panjang ini masuk ke pekarangan dan lahan yang ada di sekitar lingkungan pemukiman warga. Jumlahnya bisa mencapai belasan hingga puluhan ekor.

“Mulai dari kera yang besar (induk) hingga kera yang kecil-kecil (anak),” ungkapnya, saat beritajateng.tv konfirmasi di Dusun Gintungan Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu, 28 Januari 2026.

Saat berada di kebun maupun pekarangan rumah warga, kawanan kera ini memakan buah nangka, singkong, nanas dan sebagainya. Bahkan buah alpukat yang mestinya siap dipetik juga dimakan.

Sementara buah alpukat yang masih muda cuma dipetik dan dibuang di sekitar pohonnya. Sehingga, kemunculan kawanan kera ekor panjang ini cukup mengganggu dan meresahkan.

Karena tidak hanya tanaman dan buah yang kera rusak dan makan, bahkan jemuaran pakaian warga juga sering binatang tersebut obrak-abrik dan mereka jadikan mainan.

Tak hanya itu, anak- anak kecil yang ada di lingkungan dusun ini juga menjadi takut dan tidak berani keluar rumah. “Jumlahnya kan banyak berkisar 10 hingga 20 ekor, sehingga anak- anak kecil umumnya juga takut,” tegasnya.