Jateng

Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Enam Kelurahan di Kecamatan Tugu Terdampak Banjir

×

Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Enam Kelurahan di Kecamatan Tugu Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Normalisasi Sungai Plumbon Tunggu Pembebasan 320 Bidang Lahan, BBWS Butuh Tambahan Rp132 Miliar
Tanggul di Sungai Plumbon jebol. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Enam kelurahan di Kecamatan Tugu, Kota Semarang terdampak banjir akibat hujan deras pada Rabu 13 Maret 2024 malam.

Wilayah yang terparah adalah Mangkang Kulon, yang merendam ratusan rumah warga, sekolah, masjid, hingga kantor pemerintahan.

Menurut informasi, enam kelurahan di kecamatan Tugu yang banjir. Adalah di Tugurejo, Karang Anyar, Mangkang Wetan, Mangunharjo, Mangkang Kulon.

Khusus wilayah Mangkang Kulon, dan Mangunharjo, banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Plumbon. Di wilayah ini terdapat tiga titik di RT 1 RW 4. Total ada sekitar 1.600 warga yang terdampak.

BACA JUGA: Banjir Semarang, Pemkot Kerahkan Pompa Portable dan Bikin Dapur Umum

Sementara di Mangkang Wetan, karena debit air Sungai Beringin yang meluap sehingga masuk ke perkampungan terutama di RW 2. Banjir juga merusak jembatan yang merupakan akses akses jalan warga satu-satunya di RW 7.

“Ada enam Kelurahan, terdampak paling parah adalah Mangkang Kulon dan Mangunharjo. Karena ada tanggul Sungai Plumbon yang jebol,” kata Camat Tugu, Abdul Haris Nur Hidayat, Jumat 15 Maret 2024.

Ketinggian air banjir sendiri bervariasi, antara 30 centimeter sampai 1 meter. SDN Mangkang Kulon 1 dan 2 terdampak banjir, sehingga siswa libur.

Selain itu kantor Kelurahan Mangkang Kulon juga terendam, pegawai kelurahan pun sibuk melakukan pembersihan ruangan bersama petugas damkar.

“Pemkot juga mendistribusikan bantuan nasi bungkus, untuk korban banjir. Alhamdulillah tidak ada yang harus di evakuasi,” ujarnya.

Banjir di Kecamatan Tugu

Abdul Haris menejelaskan, tiga titik tanggul yang jebol di Sungai Beringin ini langsung ada perbaikan. Sementara menggunakan trucuk bambu, apalagi prediksinya curah hujan masih tinggi, dan untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Ini langsung penanganan, nanti akan ada pembangunan permanen oleh BBWS,” tambah dia.

Sementara untuk jembatan yang rusak RW 7 di Mangkang Wetan, saat ini telah dibangun jembatan sementara menggunakan bambu agar akses warga tidak terganggu. Di wilayah ini, ada belasan perahu nelayan yang hanyut dan mengalami kerusakan.

“Nanti akan ada pembangunan dari Adi Karya, informasinya mau survei dulu. Ini baru pembangunan sementara oleh warga, kalau tidak kasihan bisa terisolir,” bebernya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp