Jateng

Tangis Haru Sambut Pelari 150 Kilometer dari Gunung Lawu ke Semarang, Warga Teriakkan Tolak Geotermal

×

Tangis Haru Sambut Pelari 150 Kilometer dari Gunung Lawu ke Semarang, Warga Teriakkan Tolak Geotermal

Sebarkan artikel ini
Pelari Gunung Lawu
Para pelari dari Cemoro Sewu yang akhirnya tiba di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Kota Semarang, Kamis, 24 September 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Pesan tentang pentingnya menjaga alam juga Zainudin sampaikan. Ia menyinggung Gunung Lawu yang ia sebut sebagai kawasan sakral dan selama ini menjadi tempat sejumlah tokoh datang untuk berdoa atau sowan.

BACA JUGA: Lari 150 KM Gunung Lawu – Kantor Gubernur Jateng, Forum Rakyat Tolak Proyek Geothermal

“Yang saya ingin sampaikan itu, kalau alam kita jaga, maka kita juga akan dapat kehidupan. Tapi jika manusia tidak menjaga alam atau merusak alam, alam enggak bakalan diam. Apalagi Gunung Lawu itu tempat sakral. Bahkan tokoh-tokoh masyarakat, presiden, TNI/Polri, semua sowan ke Gunung Lawu untuk berdoa di sana,” ucap Zainudin.

Di akhir orasinya, Zainudin mewakili petani dan warga sekitar yang hadir menyampaikan harapannya agar keputusan WKP geotermal di Gunung Lawu dan Ungaran ԁicabut. Ia juga meminta hal serupa ԁilakukan terhadap proyek geotermal di wilayah lainnya.

“Maka kami meminta semuanya batalkan keputusan geotermal yang ada di Jawa Tengah dan seluruh nusantara,” tandasnya.

Usai menyampaikan orasi, massa kemudian berulang kali meneriakkan penolakan terhadap geotermal. “Tolak geotermal. Tolak geotermal. Batalkan geotermal. Tolak geotermal,” teriak massa. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp