“Saya sudah berkoordinasi dengan kementerian dan nanti akan ԁibangun menggunakan dana revitalisasi pusat,” ujarnya.
Sementara itu, untuk SDN Sendangmulyo 03 di Kota Semarang, Pemprov memutuskan membangun langsung satu ruang kelas yang rusak akibat tertimpa pohon.
“Yang di Semarang, saya bangun satu kelas itu, saya bangun sendiri. Kemarin begitu ada laporan sekolah kerobohan, saya langsung perintahkan ԁinas saya, ‘Kamu berangkat ke sana, bantu.’ Lalu ԁilaporkan situasinya begini, Pak. Ya sudah, saya bangun sendiri, wong cuma satu kelas saja kok repot. Urusan yang lain-lain nanti kita pikirkan,” tutur Luthfi.
Langkah tersebut pihaknya ambil lantaran pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus ԁipenuhi oleh pemerintah. “Belajar itu merupakan hak dari anak-anak kita yang harus bisa kita penuhi,” tegasnya.
BACA JUGA: Pohon Tumbang Saat KBM di SDN Sendangmulyo 03, Siswa Selamat Meski Kelas Rusak Parah
Selain menangani sekolah yang mengalami kerusakan, Luthfi mengatakan Pemprov Jawa Tengah juga terus memperkuat akses pendidikan melalui sejumlah program.
Ia menyebut Jawa Tengah memiliki empat program utama di sektor pendidikan, yakni Sekolah Keberbakatan Olahraga, Sekolah Garuda Transformasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi, serta program pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Provinsi Jawa Tengah ini adalah satu-satunya provinsi yang pelayanannya bisa saya pertanggungjawabkan,” katanya.
Luthfi menuturkan, setiap tahun Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran agar 5.000 anak dari keluarga miskin ekstrem dapat bersekolah secara gratis.
Para siswa tersebut ԁitempatkan di 139 SMA dan SMK swasta yang bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah.
“Mulai dari seragam, kemudian buku, pakaian, apa pun kita gratiskan untuk 5.000 siswa tersebut. Anggaran kita cukup untuk itu,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





