Gaya Hidup

Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Singkat dan Menyentuh, Keutamaan Puasa Asyura 

×

Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Singkat dan Menyentuh, Keutamaan Puasa Asyura 

Sebarkan artikel ini
khutbah jumat
Ilustrasi masjid. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Teks khutbah Jumat 19 Juni 2026 tentang keutamaan puasa Asyura dan keistimewaan bulan Muharram berikut ini dapat menjadi referensi bagi khatib.

Materi khutbah Jumat 19 Juni 2026 ini mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan bulan Muharram sebagai momentum meningkatkan amal saleh dan menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.

Sebagai informasi, Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang Allah SWT muliakan selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT menjelaskan bahwa terdapat empat bulan suci yang harus terjaga kehormatannya oleh umat Islam.

Pada bulan-bulan tersebut, setiap amal kebaikan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya, perbuatan maksiat dan kezaliman juga memiliki konsekuensi dosa yang lebih besar daripada bulan lainnya.

BACA JUGA: Ceramah Tarawih Ramadhan Singkat dan Menyentuh Hati: Materi Kultum tentang Puasa, hingga Hikmah Ramadan

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, sedekah, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Keistimewaan Bulan Muharram

Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya bulan Muharram. Sehingga umat Islam di anjurkan memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunnah.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Puasa Asyura memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Musa AS. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Asyura merupakan hari ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Sebagai bentuk rasa syukur atas pertolongan Allah SWT, Nabi Musa AS melaksanakan puasa pada hari tersebut.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mengetahui hal tersebut, beliau bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Sehingga beliau berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Selain memiliki nilai sejarah yang besar, puasa Asyura juga memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana tertulis dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.

Momentum Memperbanyak Amal Saleh

Masuknya bulan Muharram sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.

Momentum pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai pergantian angka semata, tetapi juga menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Contoh Teks Khutbah Jumat Bermakna: Pahala Ibadah yang Setara dengan Haji

Dengan memanfaatkan keutamaan bulan Muharram dan melaksanakan puasa Asyura, harapannya umat Islam dapat meraih keberkahan, ampunan, serta pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp