SEMARANG, beritajateng.tv – Teks khutbah Jumat hari ini, Jumat 8 Mei 2026 bisa kamu dapat dari artikel ini.
Anjuran untuk menyampaikan khutbah Jumat, 8 Mei 2026 secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.
عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)
Artinya: “Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik.” (HR Muslim dan Ahmad)
BACA JUGA: Contoh Khutbah Jumat Hari Ini: Membangun Keluarga Harmonis, Sakinah Mawaddah Warohmah
Dalam Islam sendiri dianjurkan supaya khutbah Jumat tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak merasa bosan.
Untuk itu, penting bagi para khatib agar bisa memperhatikan dengan cermat apa yang disampaikan supaya pesan khutbah dapat diterima, dipahami, dan diamalkan oleh jamaah.
Ada berbagai jenis topik khutbah Jumat. Kali ini akan membahas tentang menjalani takdir dengan kesabaran dan pikiran positif.
Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Menjalani Takdir dengan Sabar dan Pikiran Positif
الْحَمْدُ للهِ الّذِيْ وَعَدَ لِلصَّابِرِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ جَزَاءً مَوْفُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَاإلهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَّةِ الْخَلْقِ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرًا
اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ: يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِيْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ. فَإِنَّهُ قَالَ فيِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبْ
Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah
Pada kesempatan yang sangat istimewa ini, saya berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Caranya ialah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga dari waktu ke waktu ketakwaan kita semakin meningkat. Amin ya rabbal alamin.
Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah
Tidak ada satu pun manusia yang selama hidupnya selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Tidak semua harapan dan cita-cita dapat terwujud sesuai keinginan. Dalam kehidupan manusia pasti ada suka dan duka. Bahagia dan sedih datang silih berganti. Karena itu, sabar dan syukur adalah dua sikap yang harus setiap muslim miliki agar dapat menjalani hidup dengan baik demi meraih ridha Allah SWT.
Setiap manusia ada kalanya mendapatkan sesuatu yang sesuai keinginannya, namun ada pula saat menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan bahkan dibenci. Dalam kedua keadaan tersebut, kita dituntut untuk bersikap sabar.
BACA JUGA: Contoh Khutbah Awal Tahun Baru Islam, Tema: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Kesehatan, keselamatan, harta, pangkat, dan berbagai kenikmatan dunia memang menjadi hal yang diinginkan manusia. Namun justru dalam keadaan lapang seperti inilah kita harus lebih berhati-hati agar tidak lalai kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Munafiqun ayat 9:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Selain sabar, kita juga harus memiliki pikiran positif dalam menghadapi takdir Allah SWT. Apa pun yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah, meskipun terkadang manusia belum mampu memahaminya.
Bisa jadi sesuatu yang kita anggap buruk ternyata membawa kebaikan bagi hidup kita. Sebaliknya, sesuatu yang kita sukai belum tentu baik menurut Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 216:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”
BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 2026, Ini Teks Khutbah PDF Menarik dan Bermakna Dalam
Maka sebagai orang beriman, hendaknya kita selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Jangan mudah berputus asa ketika mendapat ujian dan jangan pula sombong ketika memperoleh nikmat.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
(*)





