“Teman-teman Banggar bisa memahami kondisi ini. Dukungan dan kolaborasi berlangsung baik,” katanya.
Isu Anggaran Dikunci Dibantah Pemkot
Budi juga menanggapi pernyataan yang sempat mencuat mengenai anggaran yang disebut “dikunci”. Menurutnya, tidak ada praktik tersebut dalam proses penyusunan RAPBD.
“Tidak ada istilah anggaran dikunci. Semua dinamika tetap kami pertimbangkan, mana yang bisa di akomodasi dan mana yang memerlukan ruang perhitungan tambahan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa komponen anggaran masih menunggu kebijakan pusat, termasuk finalisasi dana DAK dan hasil audit BPK yang baru akan keluar pada kuartal pertama tahun depan.
SiLPA Masih Menunggu Audit BPK
Terkait potensi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), Budi mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan angka pasti. Semua perhitungan baru dapat dipublikasikan setelah hasil audit BPK diterima.
“Belum bisa disampaikan sekarang. Setelah diaudit BPK baru terlihat angkanya,” ujarnya.
Dewan Ingatkan Waktu Semakin Menipis
Di tengah dinamika penyusunan dan penyesuaian anggaran, DPRD kembali mengingatkan agar Pemkot tidak melewati batas waktu pengesahan.
“Waktu memang masih ada, tapi tipis. Harus selesai sebelum akhir November,” kata Pilus. (*)
Editor: Elly Amaliyah





