Menurut Aldy, sopir ambulans lain yang mencoba menghubungi pemesan juga mendapat jawaban serupa. Oknum tersebut mengaku berasal dari salah satu pinjol bernama Indo Dana.
Akibat kejadian tersebut, Aldy mengaku mengalami kerugian karena waktu, tenaga, dan biaya operasional ambulans terbuang sia-sia tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.
“Enggak ada yang ganti. Kami rugi bensin, waktu, dan tenaga. Kasihan juga sama mbaknya. Ini baru pertama kali kami mengalami kejadian seperti ini,” keluhnya.
BACA JUGA: Mediasi Kasus Video Viral Siswi SD ke Sekolah Lewat Bantaran Sungai Belum Ada Titik Temu
Ia pun menyayangkan tindakan oknum debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans untuk menagih utang. Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu pelayanan kemanusiaan.
“Ambulans jangan dijadikan alat main-main apalagi untuk nagih pinjol. Kalau saat itu ada pasien yang benar-benar darurat bagaimana? Tolong jangan lakukan hal seperti ini lagi,” tegas Aldy. (*)
Editor: Farah Nazila





