SEMARANG, beritajateng.tv – Tiga bulan usai pelantikan, Anggota DPRD Jateng 2024-2029 termuda yang tergabung dalam Komisi E, Muhammad Rizqi Iskandar Muda, mengaku tak susah beradaptasi dengan anggota dewan lainnya, meskipun ia terpaut usia yang cukup jauh.
Hal itu terungkap oleh Rizqi saat beritajateng.tv jumpai usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa, 10 Desember 2024.
“Saya kira gak susah [adaptasi], itu tergantung pribadi masing-masing. Kalau saya pribadi sering bersosialisasi dengan masyarakat dan bertemu dengan orang baru dan lama, saya bisa langsung adaptasi, gak sesulit itu,” aku Rizqi.
Tak hanya itu, Rizqy pun mengaku dirinya senang ditempatkan di v, yang mana Komisi E menaungi kesejahteraan rakyat, seperti ketenagakerjaan, pendidikan, hingga kepemudaan.
BACA JUGA: Nguri-uri Budaya Tradisional, Ketua DPRD Jateng Sumanto Gelar Pentas Wayang Kulit di Karanganyar
“Saya rasa merasa sangat cocok di Komisi E. Komisi E itu kan meliputi kesejahteraan, pendidikan, sosial, kebudayaan, kepemudaan, dan keolahragaan. Yang pastinya pemuda dan olahraga passion saya sekali, karena memang saya juga anak muda,” ungkap dia.
Tiga bulan pertama, Rizqy mengaku Komisi E sedang membahas beberapa Raperda. Namun, pihaknya belum mau mengungkap secara rinci.
“Raperda terakhir yang kami sampaikan itu terkait Penyelenggaraan Keolahragaan. Yang pasti kami di Komisi E mendukung penuh apa yang jadi kebutuhan dan itu relevan untuk masyarakat, pasti akan kami lakukan,” jelas dia.
Rizqy akui banyak anak muda keluhkan mental health saat ia reses
Saat reses, Rizqy mengaku kerap menjumpai warga seumurannya, salah satunya dari kalangan mahasiswa. Menariknya, Rizqy mengungkap kesehatan mental menjadi satu dari sekian banyak masalah yang kerap anak muda keluhkan.
“Saya bertemu dengan banyak mahasiswa juga, kalau topik yang jadi isu utama ketika menjadi mahasiswa itu gak jauh-jauh dari mental health ya,” ungkap dia.
Dalam hal itu, Rizqy menyinggung soal media sosial yang tak bisa lepas dari anak muda. Bahkan, kata dia, gangguan mental timbul lantaran sebagian anak muda memaksa untuk mengikuti standar yang tersaji di media sosial.
BACA JUGA: Video Anggota DPRD Jateng Termuda Rizqi Iskandar Muda Curi Perhatian saat Rapat Paripurna
Dalam hematnya, perlu ada perlindungan bagi anak muda agar tak lagi menggantungkan hidupnya di media sosial.
“Standarisasi orang-orang itu, Gen Z, sudah masuk standarisasi mereka. Seakan-akan hidup harus seperti medsos. Perlu adanya pengetahuan dan perlindungan mental agar anak muda gak lagi hidupnya bergantung pada medsos,” ucap dia.
Lebih lanjut, Rizqy menyiggung soal anak muda yang kerap disetir oleh media sosial.
“Apa yang ada di medsos itu kan semua dianggap baik dan itu perlu dilakukan. Padahal, secara kenyataan, hidup kita disetir medsos, akhirnya sebagai anak muda justru gak berpirnsip tapi diprinsipkan oleh yang gak berprinsip,” pungkas dia. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





