SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menjalin sinergitas dengan lembaga kelurahan dengan melaunching Si Damas Bangun Kota. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sinergitas ini untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka pengembangan usaha ekonomi kota.
Kepala DP3A Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto memaparkan, melalui Si Damas Bangun Kota, pihaknya menginginkan adanya peran serta lembaga kelurahan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA: DP3A Kota Semarang Peringati Hari Anak Nasional dengan Berbagai Lomba Kreasi
Tujuannya, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga diharapkan dapat menekan permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Karena permasalahan KDRT atau apapun bisanya di ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang menjadi penunjang utama masalah adalah ketahanan pangan,” jelas Edy, usai peluncuran Si Damas Bangun Kota di Rumah Dinas Walikota Semarang.
Melalui Si Damas Bangun Kota ini, papar Edy, masyarakat di dorong untuk bisa berwirausaha atau menciptakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan.
Senada, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Data Informasi DP3A Kota Semarang, Sunardi. Menurut dia Si Damas Bangun Kota adalah sebuah inovasi membangun sinergitas pemberdayaan masyarakat. Dalam rangka pengembangan usaha ekonomi kota untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang.
Implementasinya, pihaknya ingin membentuk forum. Di mana, forum itu ada dari berbagai perwakilan, misalnya RT, RW, LPMK, Karang Taruna, Posyandu dan PKK.
“Itu semacam wadah untuk bisa saling berbagi info dan kegiatan. Sehingga, kegiatan itu tepat sasaran,” terangnya.
Dia mencontohkan, masyarakat bisa melakukan kegiatan pendirian usaha untuk kesejahterakan masyarakat. Forum ini menjadi jembatan untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam membangun sebuah usaha.
Pihaknya telah menyiapkan pilot project di Kelurahan Gisikdrono. Di sana, terdapat usaha ekonomi masyarakat berupa kampung bawang goreng. Ini melibatkan masyarakat setempat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan.
“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nanti kami akomodir, bisa fasilitasi DP3A atau kolaborasi dengan dinas lain,” katanya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





