Witiarso menilai, semangat Syabilla dalam mengejar prestasi menjadi teladan bagi atlet-atlet Jepara lainnya. Dia mengatakan, almarhumah telah memenuhi target medali emas, tetapi masih memiliki semangat besar untuk meraih prestasi berikutnya.
“Beliau sudah menang medali emas dua dan sukses sesuai target. Semangatnya luar biasa untuk bisa memenangkan kembali target-target yang diinginkan,” katanya.
BACA JUGA: KONI Jateng Evaluasi Usai Insiden Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia, Tim Rescue dan Medis Ditambah
Menurut Witiarso, semangat tersebut dia harapkan menjadi dorongan bagi atlet Jepara untuk melanjutkan perjuangan almarhumah dalam kompetisi yang masih berlangsung.
Kontingen Jepara Tetap Berlaga hingga Porprov Selesai
Di tengah suasana duka, Witiarso memastikan kontingen Kabupaten Jepara tetap melanjutkan keikutsertaan dalam Porprov Jateng XVII hingga seluruh pertandingan selesai.
Dia berkata, tidak ada keputusan untuk menarik kontingen Jepara dari kompetisi. Para atlet tetap punya kesempatan melanjutkan pertandingan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi masing-masing.
“Kami tetap berlanjut. Tadi sebenarnya kami berduka, enggak ikut defile. Akan tetapi memang kami ikut defile sebagai duka mendalam untuk patriot olahraga,” ucap Witiarso.
BACA JUGA: Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Usai Berlaga, Pembukaan Porprov Jateng XVII Panjatkan Doa Bersama
Dalam pembukaan Porprov di Stadion Jatidiri, kontingen Jepara juga mengenakan pita hitam sebagai simbol solidaritas dan penghormatan kepada Syabilla. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memimpin doa bersama untuk almarhumah dalam sambutannya.
Pemkab Jepara Percepat Bonus dan Siapkan Santunan
Selain menyiapkan monumen, Pemkab Jepara menyatakan akan memberikan dukungan kepada keluarga Syabilla Rizkia. Witiarso mengatakan, pihaknya telah mengurus dukungan bersama pemerintah provinsi.
Dia juga mengatakan, Pemkab Jepara akan mempercepat pencairan bonus yang menjadi hak atlet. Adapun santunan bagi keluarga Syabilla juga disiapkan sebagai bentuk perhatian atas musibah tersebut. (*)
Editor: Diaz A Abidin





