Di sisi profitabilitas, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja yang sehat dengan mencatat margin EBITDA sebesar 54,5 persen.
Capaian tersebut di dukung oleh efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
Untuk menopang ekspansi bisnis, InfraNexia juga memperkuat sumber daya manusia. Hingga akhir semester I 2026, jumlah karyawan meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang.
Penambahan tersebut untuk mendukung pengembangan layanan dan percepatan implementasi transformasi perusahaan.
Lukman menegaskan semester pertama 2026 menjadi fase penting bagi InfraNexia dalam memperkuat posisinya sebagai perusahaan infrastruktur digital yang modern dan kompetitif.
“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia sebagai bagian dari TelkomGroup, kami optimistis dapat terus memperkuat peran InfraNexia sebagai penggerak utama ekosistem digital nasional. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, berkelanjutan, serta mampu menciptakan nilai bagi pelanggan, pemegang saham, dan negara,” katanya. (*)





