Kesehatan

Columbia Asia Hospital Semarang Hadirkan Terapi Wicara dan Sensori Integrasi, Solusi bagi Anak dengan Speech Delay

×

Columbia Asia Hospital Semarang Hadirkan Terapi Wicara dan Sensori Integrasi, Solusi bagi Anak dengan Speech Delay

Sebarkan artikel ini
Columbia Asia Hospital Semarang Hadirkan Terapi Wicara dan Sensori Integrasi, Solusi bagi Anak dengan Speech Delay
Ruangan terapi dan sensori di Columbia Asia Hospital Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kemampuan berbicara menjadi salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, tidak semua anak dapat melewati tahapan tersebut sesuai usianya.

Sebagian mengalami keterlambatan bicara atau speech delay yang jika tidak segera tertangani. Akan berpotensi memengaruhi kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, hingga proses belajar ketika memasuki usia sekolah.

Kondisi ini masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI dan berbagai penelitian sepanjang 2024–2025, sekitar 5 hingga 10 persen anak usia prasekolah mengalami keterlambatan bicara.

Bahkan, sejumlah studi menyebut gangguan komunikasi terjadi pada satu dari lima anak dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Di sisi lain, gangguan pemrosesan sensorik atau Sensory Processing Disorder (SPD) juga menjadi perhatian. Karena perkiraannya oleh 5–10 persen anak tanpa kondisi penyerta dan lebih banyak terjadi anak berkebutuhan khusus.

Melihat kebutuhan tersebut, Columbia Asia Hospital Semarang memperkuat layanan tumbuh kembang anak dengan menghadirkan Terapi Wicara dan Sensori Integrasi.

Layanan ini bertujuan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi, motorik, perilaku. Serta fungsi sensorik melalui penanganan yang menyeluruh.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A., Subsp.TKPS, mengatakan keberhasilan terapi sangat terpengaruh oleh kecepatan orang tua mengenali tanda-tanda gangguan perkembangan.

“Deteksi dini dan intervensi yang tepat merupakan kunci untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Semakin cepat terapi dimulai, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalan dan mencapai perkembangan yang optimal sesuai usianya,” ujar dr. Farid.

Ia menjelaskan, keterlambatan bicara tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Pada beberapa kasus, anak juga mengalami gangguan pemrosesan sensorik, hambatan motorik. Atau kesulitan dalam berinteraksi sehingga perlu pemeriksaan yang komprehensif sebelum menentukan jenis terapi yang tepat.