Ekbis

Transformasi Berbuah Manis, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun pada Semester I 2026

×

Transformasi Berbuah Manis, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
Transformasi Berbuah Manis, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun pada Semester I 2026
Anak usaha TelkomGroup, InfraNexia berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. (Doc. Telkom)

JAKARTA, beritajateng.tv – PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatat kinerja impresif sepanjang semester pertama 2026. Anak usaha TelkomGroup, InfraNexia membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun, dengan pertumbuhan pendapatan dari pelanggan eksternal mencapai 31 persen secara tahunan.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi bisnis yang berjalan mulai membuahkan hasil.

Sejak mengelola sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk pada Januari 2026. InfraNexia berkembang menjadi salah satu pilar utama penguatan infrastruktur digital nasional.

Perluasan bisnis tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan operator telekomunikasi. Penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga sektor korporasi.

Pendapatan dari pelanggan di luar ekosistem TelkomGroup melonjak menjadi Rp939 miliar atau tumbuh 31 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan industri terhadap layanan infrastruktur digital yang InfraNexia kembangkan.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai arah.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa transformasi bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing perusahaan. Fokus kami bukan hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan seluruh aset dan kapabilitas dapat berjalan secara lebih produktif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Selain pertumbuhan pelanggan eksternal, lini Wholesale Network yang mencakup layanan Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia juga mencatat peningkatan pendapatan sebesar 12,7 persen dari semester pertama 2025.

Kenaikan ini di dorong oleh meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan inti, layanan data, serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor.

InfraNexia juga memperkuat bisnis melalui layanan Fiber to the Home (FTTx) dan Infrastructure Sharing.

BACA JUGA: Disetujui RUPSLB, Telkom Lepas Bisnis Fiber ke InfraNexia Bernilai Rp90 Triliun 

Strategi berbagi infrastruktur menurutnya mampu meningkatkan efisiensi investasi jaringan sekaligus mempercepat pemerataan akses layanan digital di berbagai daerah.

Di sisi profitabilitas, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja yang sehat dengan mencatat margin EBITDA sebesar 54,5 persen.

Capaian tersebut di dukung oleh efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

Untuk menopang ekspansi bisnis, InfraNexia juga memperkuat sumber daya manusia. Hingga akhir semester I 2026, jumlah karyawan meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang.

Penambahan tersebut untuk mendukung pengembangan layanan dan percepatan implementasi transformasi perusahaan.

Lukman menegaskan semester pertama 2026 menjadi fase penting bagi InfraNexia dalam memperkuat posisinya sebagai perusahaan infrastruktur digital yang modern dan kompetitif.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia sebagai bagian dari TelkomGroup, kami optimistis dapat terus memperkuat peran InfraNexia sebagai penggerak utama ekosistem digital nasional. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, berkelanjutan, serta mampu menciptakan nilai bagi pelanggan, pemegang saham, dan negara,” katanya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp