Gaya Hidup

Tren Nongki Baru Anak Muda Semarang: Sharing Bareng Orang Asing, Mau Coba?

×

Tren Nongki Baru Anak Muda Semarang: Sharing Bareng Orang Asing, Mau Coba?

Sebarkan artikel ini
Suasana hangat teman-teman saat bertukar cerita lewat Eat With Stranger di Rice Pepper
Suasana hangat teman-teman saat bertukar cerita lewat Eat With Stranger di Rice Pepper Scissor Semarang. Jumat, 9 Januari 2026 malam. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Anak muda Semarang punya cara baru yang unik dan seru untuk membangun pertemanan: makan bersama orang yang sama sekali belum pernah mereka kenal. Lewat kegiatan bertajuk Eat With Stranger, puluhan peserta dari berbagai usia duduk satu meja, berbagi makanan, cerita, dan tawa tanpa embel-embel status sosial.

Kegiatan ini merupakan inisiasi komunitas Temcy Positivity berkolaborasi dengan Kafe Rice Pepper Scissor Gajahmungkur dan baru saja menggelar Eat With Stranger. Konsepnya sederhana namun bermakna, peserta datang tanpa tahu akan duduk bersama siapa, lalu diajak berbincang melalui panduan kartu pertanyaan.

Meja panjang dipenuhi peserta yang saling berhadapan. Awalnya canggung, beberapa hanya tersenyum sambil memainkan kartu pertanyaan di tangan. Namun perlahan suasana mencair. Tawa pecah, obrolan mengalir, dan jarak antarmanusia seolah runtuh hanya karena satu pertanyaan sederhana.

Makan Bareng, Cerita Mengalir Tanpa Beban

Hani, inisiator Temcy Positivity, menjelaskan bahwa Eat With Stranger adalah ruang aman untuk siapa saja, termasuk mereka yang introvert atau baru tinggal di Semarang.

“Ini Eat With Stranger Part 2. Kita makan bareng sama orang yang literally enggak kita kenal sama sekali. No clue. Yang datang siapa kita enggak tahu,” kata Hani.

BACA JUGA: Rekomendasi Kafe Semarang yang Nggak Boleh Kamu Lewati, Wajib Nongkrong di Sini

Menurutnya, kegiatan ini terbuka untuk semua usia. Mulai dari Gen Z, milenial, hingga peserta berusia 35-40 tahun bahkan di atasnya.

“Banyak yang perantau, kerjaannya sudah oke, tapi enggak punya teman di Semarang. Akhirnya mereka cari ruang buat ngobrol, buat kenal orang baru, ya di sini,” ujarnya.

Untuk mengatasi kecanggungan, panitia menyiapkan kartu berisi pertanyaan sebagai panduan diskusi.

“Tenang aja, di sini ada guide-nya. Ada kartu pertanyaan, dijawab satu-satu. Jadi bukan cuma ngomong, tapi juga belajar dengerin,” jelas Hani.

Cerita Unik yang Tak Terduga

Menurut Hani, hal paling menarik dari Eat With Stranger justru datang dari latar belakang peserta yang beragam.