Tujuh Bangunan Liar di Atas Saluran Air di Sendangmulyo Dibongkar Satpol PP

Petugas Satpol PP membongkar tujuh bangunan liar yang berdiri di atas saluran air di Sendangmulyo. /Foto: Ellya.

Semarang, 14/11 (BeritaJateng.tv) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar tujuh bangunan liar yang berdiri diatas saluran air di Jalan Afa Raya RT 4 RW 17, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Senin (14/11) pagi.

Tujuh bangunan disinyalir sebagai penyebab banjir di wilayah Sendangmulyo yang kerap terjadi karena berdiri di atas saluran air hingga membuat hingga membuatnya tersumbat.

Dari pantauan wartawan, tujuh bangunan berbentuk toko atau usaha milik perorangan mulai dari toko sembako, pangkas rambut,

Petugas pun mengeluarkan barang barang dari dalam bangunan. Selanjutnya petugas merobohkan bangunan menggunakan alat berat begu.

Perobohan tak berjalan mulus. Tim Satpol PP yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Da Costa sempat dihadang seorang pria yang diduga diperintah para pemilik bangunan.

Namun Marthen tetap memerintahkan para anggotanya merobohkan tujuh bangunan ini.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Semarang Yoga Utoyo menjelaskan sebelum pembongkaran, para Ketua RT dan Ketua RW wilayah setempat mendatangi Satpol PP. Mereka kata dia, meminta Satpol PP merobohkan tujuh bangunan ini

“Pembongkaran ini karena aduan dari masyarakat. Tujuh bangunan kios ini berdiri diatas saluran air dan tanah fasilitas umum. Ini yang menyebabkan banjir perumahan sekitar,” kata Yoga

Dia memastikan tujuh bangunan ini tidak ada izin alias liar. “Ya jelas bangunan tanpa izin kan berdiri di atas saluran air,” jelasnya

Salah seorang pegawai toko sembako, Sofyan (24) mengaku kaget dengan adanya perobohan ini. “Katanya mau ada perundingan soalnya mau dipindah ke tanah kosong yang belum jelas milik siapa dan kita akan dipindah kesana. Mau rundingan kok tiba-tiba ada penggusuran,” kata Sofyan.

Meski begitu, ia menyebut pihaknya telah mendapat surat pemberitahuan pembongkaran sebanyak tiga kali dari Kelurahan Sendangmulyo.

“Abis tiga kali pemberitahuan katanya mau dirundingkan malah tidak ada perundingan,” tandasnya. (Ak/El)

Leave a Reply