SEMARANG, beritajateng.tv – Prestasi tujuh peserta asal Kota Semarang di MTQ Nasional XXXI 2026 mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Semarang.
Para peserta asal Kota Semarang yang berhasil meraih juara dalam MTQ Nasional akan mendapatkan hadiah umrah pada November 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para peserta yang telah membawa nama Kota Semarang di tingkat nasional.
“Yang paling membanggakan saya adalah berhasil terbangun sense of belonging bahwa MTQ ini tidak hanya menjadi kegiatan agama, tetapi menjadi ruang untuk merepresentasikan Kota Semarang sebagai kota yang sejahtera dan menerima para kafilah dengan baik,” kata Agustina.
Menurutnya, keberhasilan Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari kelancaran rangkaian acara. Pemkot juga melihat adanya semangat kebersamaan dari berbagai kelompok masyarakat dalam menyambut para kafilah.
Agustina menyebut masyarakat dari berbagai latar belakang agama ikut memberikan pelayanan dan menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan MTQ Nasional.
“Yang tidak hanya muslim, yang Kristen, Katolik, Hindu, Buddha juga terbuka, melayani dengan baik, dan memberikan nuansa ketentraman yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai suasana tersebut menjadi modal penting bagi Kota Semarang untuk mengembangkan sektor ekonomi dan pariwisata melalui berbagai kegiatan berskala nasional.
BACA JUGA: Tujuh Wakil Semarang Bersinar di MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Siapkan Penghargaan
Selain mengapresiasi penyelenggaraan MTQ, Pemkot Semarang juga memberikan perhatian kepada para peserta yang berhasil mengukir prestasi.
“Kami ikutkan umrah nanti di bulan November bagi para juaranya,” kata Agustina.
Program tersebut khusus diberikan kepada para juara yang merupakan perwakilan Kota Semarang. Agustina menegaskan anggaran apresiasi tersebut berasal dari APBD Kota Semarang.
“Karena APBD-nya dari Kota Semarang. Jadi hanya untuk juara dari Kota Semarang,” ujarnya.
Agustina juga meminta para peserta yang belum meraih juara tidak berkecil hati. Menurutnya, seluruh peserta telah memberikan kontribusi dalam membawa nama Kota Semarang di ajang nasional.
“Bagi adik-adik yang kemarin menjadi peserta di MTQ, semuanya kalian membanggakan. Yang juara maupun yang tidak juara, kalian ini adalah pahlawan di mata Kota Semarang,” katanya.
Ia meminta para juara terus mengembangkan kemampuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara peserta yang belum berhasil meraih juara diminta menjadikan MTQ Nasional sebagai pengalaman untuk memperbaiki kekurangan.
“Yang belum juara jangan sedih, karena masih ada banyak ruang yang bisa digunakan untuk kalian berkompetisi dengan memperbaiki berbagai kekurangan yang kalian dapatkan ketika melihat para juara tampil di MTQ Nasional,” ujarnya.
Bagi Agustina, pengalaman tampil di MTQ Nasional juga menjadi kesempatan bagi peserta Semarang untuk mempelajari kemampuan terbaik dari para peserta berbagai daerah.
“Ini kesempatan yang luar biasa karena kita bisa melihat secara langsung bagaimana performa dari masing-masing juara se-Indonesia,” katanya.
Aulia Raih Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
Salah satu peserta asal Kota Semarang yang meraih prestasi adalah Aulia Ainis Lisa. Ia berhasil meraih juara II nasional pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Aulia mengaku persaingan dalam cabang tersebut cukup ketat. Ia harus melewati sejumlah tahapan seleksi hingga akhirnya menjadi wakil Jawa Tengah di tingkat nasional.
“Di MTQ Nasional saya mengikuti cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an yang alhamdulillah saya membawa nama Semarang mendapatkan juara dua nasional,” kata Aulia.
Ia menyebut peserta dari sejumlah provinsi memiliki kemampuan yang kuat, terutama dalam bidang penulisan. Aulia bahkan mampu mempertahankan posisi kedua sejak babak eliminasi, semifinal hingga final.
“Saingan terberat tentunya ada dari yang sudah juara kemarin, juara umum tahun kemarin, yaitu dari Kalimantan Timur. Mungkin nanti perwakilan Jawa Tengah bisa mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Menurut Aulia, hasil tersebut menjadi modal untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk mengejar posisi terbaik pada MTQ mendatang.
Siapkan Karya tentang Deepfake hingga Fast Fashion
Prestasi Aulia tidak diraih secara instan. Ia menjalani proses seleksi mulai tingkat provinsi hingga pemusatan latihan atau training center (TC).
Dari proses tersebut, jumlah peserta dikerucutkan hingga akhirnya terpilih satu orang sebagai wakil Jawa Tengah. Aulia kemudian menjalani persiapan selama sekitar enam hingga delapan bulan.
“Setiap bulannya ada pelatihan online dan offline. Saya juga bekerja, jadi membagi waktu untuk pelatihan dan untuk bekerja itu tentunya membutuhkan sesuatu yang dikorbankan,” katanya.
Aulia mengaku proses tersebut menguras waktu dan tenaga. Namun, dukungan dari Pemkot Semarang membuatnya semakin termotivasi untuk memberikan hasil terbaik.
“Karena dukungan dan apresiasi dari Kota Semarang ini kami menjadi semangat untuk mendapatkan satu gelar yaitu juara sekaligus jawara bagi Jawa Tengah dan Kota Semarang,” ujarnya.
Dalam kompetisi KTIQ, Aulia mengangkat sejumlah isu aktual dengan pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an.
Pada babak eliminasi, ia mengangkat tema kerukunan umat beragama dengan membahas fenomena deepfake dan fitnah digital. Ia menyoroti bagaimana teknologi tersebut dapat memicu disinformasi yang berdampak terhadap kerukunan masyarakat.
Sementara pada babak semifinal, Aulia mengangkat isu lingkungan melalui fenomena fast fashion. Ia mengkritisi dampak limbah industri fashion dan menawarkan gagasan mengenai pemanfaatan kembali limbah menjadi bahan baku dalam industri fashion berkelanjutan.
Hadiah Umrah Jadi Suntikan Semangat
Mendapat kabar akan memperoleh apresiasi berupa umrah, Aulia mengaku sangat bersyukur. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk perhatian besar terhadap perjuangan para peserta.
“Alhamdulillah saya sangat senang. Begitu pun teman-teman akan sangat senang sekali karena ini merupakan bentuk apresiasi terbesar yang pernah kami dapatkan,” katanya.
Aulia berharap apresiasi tersebut tidak berhenti pada penghargaan. Ia ingin pengalaman MTQ Nasional menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kembali membawa prestasi bagi Kota Semarang serta Jawa Tengah.
“Semoga untuk MTQ selanjutnya kita bisa mengikuti sekaligus memberikan prestasi yang lebih baik lagi untuk Kota Semarang tentunya dan untuk Jawa Tengah di masa depan,” ujarnya. (*)





