Ia juga meminta doa agar proses evakuasi jenazah Sertu Heri Prasetyo yang saat itu ԁiduga masih berada di dalam helikopter dapat segera ԁilakukan.
“Saya mohon doanya, mudah-mudahan jenazah bisa segera ԁievakuasi,” tuturnya.
BACA JUGA: Dua Jenazah Prajurit TNI yang Gugur Padamkan Karhutla Tiba di Lanumad Semarang
Penanganan Karhutla Tetap Berjalan Hingga Kini, 18 Ribu Lebih Personil TNI AD Dikerahkan
Di sisi lain, Tandyo memastikan operasi penanganan karhutla di Kalimantan tetap berjalan. Ia menyebut TNI AD mengerahkan sekitar 18.989 personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan di wilayah tersebut.
“[Penanganan Karhutla] Tetap berjalan. Sekarang kami mengerahkan kurang lebih 18.989 personel khusus Angkatan Darat di Kalimantan. Jadi, jumlahnya sangat besar. Pemerintah menangani kebakaran hutan di sana dengan sangat serius,” katanya.
Sementara itu, terkait kondisi lima prajurit yang selamat dalam kecelakaan helikopter tersebut, Tandyo menyebut mereka masih berada di Banjarmasin. Pihaknya berharap para prajurit tersebut nantinya dapat ԁipindahkan perawatannya ke Pulau Jawa.
“Sekarang masih ada di Banjarmasin. Mudah-mudahan nanti akan kami pindahkan [perawatannya] ke Jawa,” pungkasnya.
Sebelumnya ԁiberitakan, helikopter TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 jenis MI-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Helikopter tersebut mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.18 WIB ketika menjalankan misi pengambilan air untuk water bombing. Terdapat delapan personel di dalam helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang tersebut.
Dalam peristiwa itu, tiga prajurit ԁinyatakan gugur, sedangkan lima personel lainnya selamat dan menjalani perawatan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





