Gaya Hidup

Spill Episode 6, Drakor S Line Tamat dengan Ending Absurd?

×

Spill Episode 6, Drakor S Line Tamat dengan Ending Absurd?

Sebarkan artikel ini
Drakor S Line
Still cut Drakor S Line. (Foto: Instagram Wavve).

SEMARANG, beritajateng.tv – Untuk kalian para pecinta K‑drama yang sudah mengikuti Drakor S Line sejak tayang perdana pada tanggal 11 Juli 2025 di Wavve, pasti merasa sangat antusias menantikan akhir ceritanya setelah hanya 6 episode rilis.

Awalnya penuh misteri, tapi ending-nya malah bikin banyak fans mengernyitkan dahi. Kalau kamu pikir ini wrapping yang mulus, siap‑siap kecewa!

Ada beberapa misteri yang masih belum terpecahkan. Hal tersebut membuat para fans merasa ending-nya absurd dan butuh penjelasan lebih lanjut. Berikut ulasan singkat episode 6 Drakor S Line.

BACA JUGA: Deretan Proyek Baru Para Pemain Drakor S Line, Tertarik untuk Menonton?

Akhir yang Tiba‑tiba dan Tanpa Penyelesaian

Menjelang episode ke‑6, terungkap bahwa guru Lee Gyu‑jin (Lee Da‑hee) adalah otak di balik penyebaran kacamata ajaib yang membuat orang bisa melihat S Line. Ia menghasut keinginan gelap orang demi efek manipulatif.

Akan tetapi, klimaksnya terasa sangat terburu‑buru ketika Hyun‑heup akhirnya menusuk Gyu‑jin di atap sekolah.

Darahnya berubah menjadi S Lines yang terlihat oleh seluruh dunia, simbol bahwa rahasia manusia kini menjadi pengetahuan umum tanpa penjelasan mendalam tentang asal-usul fenomena itu.

Setelah momen tersebut, dunia dalam drama tiba‑tiba berubah menjadi seolah sudah siap menyambut dystopia. Setiap orang melihat garis memalukan satu sama lain, tetapi hampir tidak ada subplot yang diselesaikan.

Hubungan antara Hyun‑heup dan Joon‑sun yang sebelumnya dibangun perlahan, tiba‑tiba lenyap begitu saja tanpa kejelasan emosi atau nasib selanjutnya.

BACA JUGA: Viral karena Garis Merah, Ini 7 Fenomena Aneh tapi Bermakna di Drama Korea S Line

Endingnya Plot Hole?

Apa yang membuat ending ini terasa seperti plot hole? Pertama, cerita soal target penyebaran S Lines oleh Gyu‑jin tidak pernah mendapat insight, apa motivasinya meyakinkan begitu banyak orang mengenakan kacamata tersebut, dan kenapa dia sendiri memiliki kemampuan melihat garis tanpa alat?

Kedua, hubungan antara Ji‑wook, ayahnya, dan kematian sang ayah tampak krusial, tapi penyelesaiannya terasa sangat terburu‑buru dan tidak emosional. Kemunculan ayah Ji‑wook dengan garis merah yang terhubung ke Seon‑ah di rumah sakit menjadi klimaks emosional, tapi kemudian larut dalam kekacauan akhir tanpa pelipur rasa sakit bagi karakter tersebut.

Ketiga, Hyun‑heup sebagai protagonis menerima pencerahan besar terkait kematian ayahnya. Akan tetapi, dialog emosional itu terasa disampaikan dengan singkat, seolah penonton melakukan skip scene sehingga ada peralihan karakter.

BACA JUGA: Recap Drakor S Line Episode 5, Buka Tabir Rahasia

Konsep Brilian, Ending yang Membingungkan

Pada akhirnya, Drakor S Line menghadirkan konsep visual yang unik dan tema sosial yang kuat dengan menghubungkan keintiman, rasa malu, kekuatan, serta pengungkapan rahasia. Akan tetapi, ending-nya terasa sebagai pukulan tunggal tanpa resolusi.

Banyak fans berharap cerita berakhir dengan lebih konkret, menutup subplot pendukung, atau setidaknya memberi ruang emosional bagi karakter-karakter utama. Sebaliknya, yang kita dapat justru simbolisme visual meluas tanpa penjelasan memuaskan membuat penonton bertanya-tanya apakah ini bentuk plot hole besar atau justru cliffhanger menuju musim kedua yang belum ada konfirmasi secara resmi.

Pecinta K‑drama yang menyukai logika cerita dan pengembangan karakter pasti merasa ending Drakor S Line justru seperti ruang kosong, bukan penutup yang memuaskan. Kalau dulu kamu jatuh cinta sama premis garis merah supernatural itu, ending ini mungkin bikin kamu ingin rewind ke episode pertama. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp