“Kalau pasar pagi sudah ada sejak 2016. Sementara pasar sore baru dimulai bersamaan dengan dibukanya masjid 24 jam,” kata Susilo.
BACA JUGA: Masjid Jami Jatisari Semarang dan Mr. Refill Launching Air Minum Isi Ulang Ramah Lingkungan
Mayoritas pedagang berasal dari warga sekitar dan jamaah masjid, meski ada juga yang datang dari daerah lain. Seperti Bandungan dan wilayah selatan Semarang.
Dengan bukanya masjid selama 24 jam penuh, Masjid Al Muhajirin kini tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial sekaligus penopang aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap keberadaan masjid ini bisa semakin memudahkan masyarakat, baik untuk ibadah, istirahat, maupun kegiatan sehari-hari,” pungkas Susilo. (*)
Editor: Farah Nazila





