SEMARANG, beritajateng.tv – Kekalahan 0-1 melawan Irak dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia (WCQ) ronde keempat pada Minggu, 12 Oktober 2025, memberikan dampak signifikan terhadap posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA. Setelah hasil tersebut, angka dan posisi Garuda mengalami perubahan yang cukup signifikan. Berikut rangkuman dan dampak dari pembaruan ranking FIFA setelah pertandingan ini.
Sebelum bertanding melawan Irak, Timnas Indonesia sedang dalam fase “mencari poin”. Meskipun posisi Indonesia di ranking FIFA tidak terlalu tinggi, setiap kali ada tambahan atau pengurangan angka memiliki arti penting dalam konteks kompetisi regional maupun Asia.
Jika Indonesia berhasil mengalahkan Irak, maka bisa memperoleh tambahan poin yang signifikan. Namun, kekalahan tipis tersebut membawa Timnas Indonesia harus rela turun ranking.
BACA JUGA: Track Record Kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, Ada Harapan Baru?
Poin Timnas Indonesia Setelah Melawan Irak
Walaupun menguasai beberapa fase pertandingan dengan baik dan menciptakan beberapa peluang, Timnas Indonesia belum bisa mencetak gol. Justru pada menit ke-76, Irak berhasil memanfaatkan kesalahan dan mencetak gol penentu. Meskipun tambahan waktu mencapai 11 menit, usaha Indonesia untuk menyamakan kedudukan belum berhasil.
Kekalahan ini juga memengaruhi perhitungan poin FIFA secara keseluruhan. Dari simulasi sebelumnya, kemenangan dapat menambah hingga +18,47 poin, hasil imbang +5,97 poin, sedangkan kekalahan diperkirakan akan menyebabkan penurunan sekitar -6,53 poin.
Dampak terhadap Ranking FIFA
Setelah kalah dari Irak, poin Timnas Indonesia menjadi 1. 144,73 (setelah mengalami penurunan sekitar -6,53 poin). Posisi mereka juga turun dari peringkat 120 ke peringkat 122 di dunia.
Di sisi lain, Malaysia menarik perhatian setelah mengalahkan Laos dan menambah poin sebanyak +6,77 sehingga total poin mereka mencapai 1. 155,00, yang mengangkat Malaysia ke peringkat 119.
Catatan Penting dan Harapan untuk Masa Depan
Perlu diingat bahwa ranking FIFA bukanlah ukuran mutlak untuk performa jangka pendek, tetapi mencerminkan konsistensi tim dalam jangka menengah hingga panjang. Indonesia baru saja mengalami penyesuaian, tetapi bukan berarti tidak ada harapan untuk ke depan.
Banyak faktor yang memungkinkan untuk mengubah keadaan. Misalnya, hasil di pertandingan WCQ, kinerja melawan tim-tim kuat Asia, serta kontinuitas dan kualitas persiapan tim.
Ranking FIFA juga dipengaruhi oleh performa negara lain (hasil pertandingan negara lain, kompetisi di zona Asia, Eropa, dan Afrika), sehingga Indonesia bisa kembali “terkoreksi” jika negara lain bermain dan mendapatkan poin yang signifikan.
Timnas Indonesia perlu segera melakukan evaluasi terhadap kekurangan yang terlihat dalam laga melawan Irak, baik itu dalam hal efisiensi penyelesaian akhir, kestabilan pertahanan di momen-momen penting, maupun disiplin taktis. Setelah perbaikan yang nyata, kesempatan untuk meraih posisi yang lebih baik di ranking FIFA masih terbuka lebar. (*)





