SEMARANG, beritajateng.tv – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang mengingatkan pentingnya standar operasional dan prosedur (SOP) keamanan dan keselamatan atlet. Khususnya pada pelaksanaan perlombaan cabang olahraga dayung Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Seluruh atlet, ofisial, dan semua stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan lomba cabor dayung Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dia ingatkan untuk tidak lengah terhadap sekecil pun pelanggaran SOP keamanan dan keselamatan.
Terlebih cabor dayung Porprov XVII Jawa Tengah 2026 terlaksana di kompleks Bukit Cinta danau Rawapening, Kabupaten Semarang merupakan olahraga air yang berisiko. Artinya sangat mengutamakan SOP keamanan serta keselamatan para atlet yang berlomba.
“Kami KONI Kabupaten Semarang menekankan jangan ada sekecil pun SOP yang abai, dalam pelaksanaan lomba cabor dayung,” kata Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dodi Prasetyo saat membuka lomba cabor dayung, Senin, 26 Oktober 2026.
BACA JUGA: Polisi Dalami Dugaan Kelalaian dalam Insiden Meninggalnya Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia, 4 Saksi Diperiksa
Kepatuhan terhadap SOP, kata dia, berlaku dan mutlak berjalan. Tidak hanya oleh para atlet dan ofisial yang berlomba. Akan tetapi juga segenap panitia maupun seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan cabor dayung.
Sebagai tuan rumah venue penyelenggaraan cabor dayung, ucap Dodi Prasetyo, KONI Kabupaten Semarang tidak ingin terjadi hal- hal yang bukan sesuai keinginan terjadi dalam pelaksanaannya.
Hal itu akan dapat terwujud jika SOP kemanan dan keselamatan betul- betul jadi perhatian dan terlaksana dengan baik.
“Prestasi memang butuh, tetapi urusan keamanan dan keselamatan harus utama. Insiden pada nomor selam laut, cabor selam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 harus menjadi pengingat, keamanan dan keselamatan atlet jauh lebih penting dari sekedar prestasi,” katanya.





